MATATELINGA, Toba: Acara sosialisasi pengolahan limbah sampah plastik bersama IT DEL, tokoh masyarakat dan tokoh agama dilaksanakan di Bank Sampah IAS Balige. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut setelah sebelumnya Bank Sampah IAS ini diresmikan wamen lingkungan hidup dan kehutanan Alue Dohong, Sabtu, (29/2).Jumat, (6/3/2020) pemkab Toba adakan sosialisasi bersama dengan masyarakat. Hadir dalam acara tersebut bupati Toba Ir. Darwin Siagian, kadis lingkungan hidup Mintar Manurung, Parlin Sianipar dari tokoh masyarakat dan tokoh agama Islam dan Kristen. Sementara dari tokoh agama Kristen hadir praeses HKBP distrik Toba Hasundutan Donda Simanjuntak, Prof. Bambang Abednego dari IT DEL. Tokoh masyarakat Balige Parlin Sianipar , Camat Balige, dan dari Gamki Boy Simangunsong.Inti dari sosialisasi daur ulang sampah ini bertujuan meminimalisasi sampah plastik masyarakat. Alat ini pun merupakan alat satu-satunya di Indonesia yang bisa menciptakan sampah plastik menjadi solar melalui proses Firolisis. Dibutuhkan 1 kg plastik untuk 1/4 liter solar. Hasil dari proses Firolisis ini akan menghasilkan solar, arang, dan gas. Gas yang dihasilkan pun hanya mampu untuk dipakai sendiri . Alat-alat ini merupakan pemberian atau hibah dari Jepang IGES yang teknologinya dari ITB. Bank Sampah Induk yang dinamakan IAS (Indah, Asri, Serasi) bertujuan agar sampah yang tidak bisa didaur ulang akan dikelola di Bank Sampah ini dan pada akhirnya akan menghasilkan solar. [br]Mintar Manurung juga berencana akan memberikan uang dalam bentuk buku tabungan untuk setiap sekolah jika sampah plastik dikirimkan ke Bank Sampah IAS secara terus menerus dan pembayaranya akan dibayarkan diakhir tahun.Bupati Toba berharap agar daerah lain terdorong untuk membuat bank sampah. "Di Bank Sampah IAS ini tidak semua plastiknya dicacah. Akan tetapi ada yang di pres dalam ukuran puluhan kilogram. Bank Sampah ini juga sudah mengadakan kerja sama dengan perusahaan plastik. Kegiatan ini akan menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat,"sebutnya.Bupati berharap, sampah plastik akan berkurang dan masyarakat tak akan membuang lagi sampahnya karena ada Bank Sampah IAS. "Wisatawan pun akan senang jika tempat kita atau danau Toba akan dikunjungi jika sampah sudah ditangani dengan baik" ungkap bupati mengakhiri.(MTC/pintor)