MATATELINGA, Toba: DPRD Tobasa menggelar Sidang Paripurna Tentang Perubahan nama kabupaten Toba Samosir menjadi kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara hari ini Senin, 9/3). Sidang paripurna ini dihadiri seluruh anggota DPRD Toba sebanyak 30 orang. Ini pertama kali DPRD Toba kompak hadir dan mengikuti sidang paripurna hingga usai.Turut hadir Paul Marpaung ketua PN Balige, Kejari Balige, Dandim 0210/TU dan perwakilan dari Polres Tobasa. Dalam sidang paripurna, bupati Darwin Siagian memaparkan pencapaian selama periodenya bekerja. Dalam kata sambutan yang dibacakan bupati Toba, Darwin memaparkan banyak capaian. Seperti halnya penerangan desa dan dusun yang tadinya sekitar 26 dusun. Kini sudah berkurang. "Terdapat hanya 6 dusun yang belum menikmati aliran listrik. Rencananya, 2020 Toba sudah terang,"sebutnya. Bupati juga memaparkan perkembangan kemajuan yang dicapai. Seperti halnya perbaikan jalan, jembatan, saluran irigasi, Dum dan RTLH."Pencapain opini wajar tanpa pengecualian (WTP) tiga kali berturut turut diraih. Ini menunjukkan bahwa prestasi yang diraih harus dipertahankan,"paparnya.Hadir dalam sidang paripurna tersebut Drs. Eko Subowo dirjen Bina Adminstrasi kewilayahan. Eko Subowo hadir sekaligus memberikan Peraturan Pemerintah No 14 Tahun 2020 tentang perubahan nama dari kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara, kepada bupati Darwin Siagian bersama Ketua DPRD Toba Efendi Napitupulu.Efendi berharap agar perubahan nama ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan tetap mempertahankan adat istiadat orang Batak. Efendi Napitupulu sekaligus menutup sidang paripurna tersebut tepat pukul 12:00. Acara syukuran hari jadi kabupaten Toba yang ke 21 akan digelar hari ini hingga 14/3/20. (mtc/pintor)