MATATELINGA, Medan: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatra Utara memastikan tetap menjalankan program Pemusatan Pelatihan Daerah (Pelatda) PON Papua 2020, meski masyarakat dunia termasuk Indonesia kini tengah menghadapi ancaman virus corona.Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis menegaskan hal itu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2020). "Pelatda PON tetap berlanjut.Dan itu keputusan rapat kami, Selasa (17/3) pagi tadi," kata John Lubis di ruang kerjanya,. Gedung KONI Sumut Jalan Pancing (Williem Iskandar) Medan Estate.John menjelaskan, diputuskannya kebijakan ini bukan tanpa alasan yang kuat. Langkah ini diambil sudah melalui pertimbangan. Tujuan nya agar tetap memantapkan persiapan para atlet Sumut menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang. Menurutnya, situasi pelatda atlet tidak bisa disamakan dengan siswa yang bersekolah. Jika sampai dua Minggu pelatda diberhentikan, maka para atlet akan kembali mengulang latihan fisiknya, mundur kembali. Ini belum termasuk penurunan kualitas dan kondisi stamina akibat libur. Bahkan berat badan atlet pun bisa bertambah yang dapat mengacaukan program latihannya selama ini. Karena itu tidak bisa mengikuti langkah meliburkan pelatda PON selama dua Minggu seperti kebijakan untuk sekolah yang siswanya diperbolehkan belajar secara mandiri."Pelatda PON tidak boleh berhenti. Ini beda (dengan sekolah). Kalau kita pelatdakan mereka (atlet) di rumah, tidak yakin berjalan," jelasnya.Lebih lanjut kata John, meski tetap menggelar pelatda persiapan PON, pelatih diperkenankan mengurangi porsi latihan para atlet.Jadi selama dua Minggu ke depan para atlet memang tetap difokuskan berlatih sembari juga diingatkan menjaga kondisi kesehatannya."Pola dan porsinya kita kurangi sesuai kebutuhan juga. Jadi hanya jalani latihan fisik dan teknik yang ringan selama dua Minggu ini," ujarnya. (bejo)