MATATELINGA - Asahan: Sepekan sudah heboh wabah virus Corona menghantui masyarakat khususnya warga masyarakat Asahan. Ini juga membuat perputaran perekonomian pasar tradisional yang berada di jalan Diponegoro Kisaran mulai sepi. Kadis Koperindag Kabupaten Asahan Witoyo berharap agar para pedagang pasar tradisional agar bersabar.Keterangan Ani (36) salah seorang pedagang ayam potong yang membuka kios dagangannya di dalam pasar tradisional Inpres II jalan Diponegoro kisaran kepada matatelinga.com , Kamis (19/03/2020) mengatakan sudah hampir sepekan pasca issu virus Corona dari negeri China itu merebak, pangsa pasar dan perputaran perekonomian khususnya yang berada di pajak Inpres II jalan Diponegoro ini, semakin lesu."Akibat dari issu tersebut kami para pedagang disini tidak lagi berani mengambil resiko, yang biasanya kami mengambil ayam potong ini dengan jumlah banyak, sekarang kami batasi secukupnya,"ucapnya."Hal tersebut kami lakukan selain untuk mengantisipasi kerugian yang akan kami hadapi, dan lagi konsumen yang datang ke pajak ini biasanya ramai kini sudah mulai sepi semenjak issu virus Corona ini merebak,"tambahnya lagi.Ani juga berharap agar Pemerintah Kabupaten melaui dinas terkait secara intens memberikan pemahaman serta penyuluhan tentang virus Corona dan penyebarannya, agar masyarakat tidak panik dan perputaran ekonomi kembali lancar.Sementara Kadis Koperindag Asahan Witoyo saat dikonfirmasi melalui selularnya terkait mandegnya perputaran perekonomian di pusat perbelanjaan tradisional ini mengatakan perputaran perekonomian dipusat perbelanjaan tradisional di kabupaten Asahan secara totalitas tidak ada yang mengalami kelumpuhan, semuanya masih tetap berjalan normal namun diakuinya ada sedikit terdampak dikarenakan issu virus Corona tersebut.Witoyo juga mengatakan hingga saat ini stock pangan di pasaran masih sangat mencukupi dan hanya komoditi gula kristal putih yang mengalami kenaikan namun tidak signifikan , dan diluar kebutuhan pokok yang mengalami lonjakan harga diantaranya jahe, kunyit, sere dan temulawak hal itu dimungkinkan karena bahan tersebut diyakini sebagai salah satu bahan jamu untuk mencegah terjangkitnya virus COVID -19 ini."Pemerintah kabupaten Asahan menjamin tidak ada kenaikan harga sembako dalam situasi seperti ini, dan dihimbau juga kepada masyarakat untuk tetap berperilaku hidup bersih dan sehat, dan diharapkan kepada para pedagang untuk bersabar dalam menghadapi situasi seperti ini," pungkasnya. (mtc/ben).