MATATELINGA, Asahan: Untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan Covid - 19 , Pemerintah Kabupaten Asahan telah mempersiapkan beberapa rumah sakit milik Pemerintah maupun swasta untuk menyediakan ruang isolasi. Hal tersebut juga sudah tertuang dalam instruksi Gubernur Sumatera Utara yang dituangkan dalam Surat Edaran nomor 440/2666/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumatera Utara.Keterangan Plt.Kepala Dinas Kesehatan Asahan Jhon Hardi Nasution melalui Sekertaris Dinas Kesehatan H.Nurdin kepada matatelinga.com saat ditemui di Kantor Dinas kesehatan Kabupaten Asahan, Kamis (19/3/2020) mengatakan seiring perintah Bupati Asahan dan dengan adanya instruksi Gubernur Sumatera Utara yang dituangkan dalam Surat Edaran nomor 440/2666/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumatera Utara, pemerintah Kabupaten Asahan telah mempersiapkan ruang isolasi untuk penanganan pasien terdampak Covid -19."Selain rumah sakit pemerintah yaitu RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran yang telah mempersiapkan sebanyak 9 unit bed, juga terdapat beberapa rumah sakit swasta yang telah mempersiapkan ruangan dimaksud,"ujarnya.H.Nurdin juga mengatakan rumah sakit swasta yang berada di Kabupaten Asahan yang sudah menyediakan ruang isolasi diantaranya Rumah sakit Ibu Kartini menyediakan fasilitas tempat tidur bagi pasien terdampak sebanyak 2 unit bed. Rumah Sakit Bunda Mulia menyediakan bed sebanyak 3 unit, Rumah Sakit Setio Husodo menyediakan bed sebanyak 4 unit, Rumah sakit Sei Dadap menyediakan 2 unit bed, Rumah Sakit Permata Hati menyediakan 2 unit bed, sehingga sampai hari ini sudah terdapat 6 Rumah Sakit yang siap menangani pasien terdampak dengan jumlah total fasilitas tempat tidur yang berada diruang isolasi sebanyak 22 unit bed.Sementara rumah sakit yang belum menyiapkan sarana ruang isolasi diantaranya RSU.Bintang Kasih, RSU.Wira Husada, Rumah sakit Lina, Rumah sakit Segar Waras, Rumah Sakit Radiva dan Rumah Sakit Utama, ungkapnya.[br]Sementara direktur RSUD HAMS Kisaran dr.Edi Iskandar saat dikonfirmasi membenarkan RSUD HAMS Kisaran telah menyiapkan sebanyak 9 bed dalam ruang isolasi untuk penanganan pasien terdampak Covid -19, bila terdapat pasien terdampak kami akan melakukan observasi selama 24 jam dengan melakukan general medichal check up terhadap pasien terdampak, dan bila hasil dari observasi dinyatakan positif maka kami akan melakukan rujukan kepada Rumah Sakit yang telah dihunjuk oleh Pemerintah, kami semata hanya melakukan penanganan awal, dan ruang isolasi yang dimiliki RSUD HAMS Kisaran benar benar telah diseterilkan.Secara terpisah salah seorang praktisi medis yang enggan disebut namanya kepada matatelinga.com mengatakan semoga apa yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara yang akan mencabut ijin operasional rumah sakit terhadap rumah sakit yang enggan menyediakan ruang isolasi menjadi keyataan."agar rumah sakit yang ada di Asahan ini tidak semata hanya memikirkan keuntungan namun mengabaikan hal hal yang bersifat sosial, terlebih saat ini dalam suasana tanggap bencana seperti ini,"pungkasnya (mtc/ben)