MATATELINGA, Asahan: Merebaknya virus corona atau Covid-19, memunculkan sejumlah istilah di dunia kesehatan seperti istilah ODP (Orang Palam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan Suspect Corona, dengan munculnya banyak istilah dalam dunia kesehatan tersebut banyak pula masyarakat awam yang salah pengertian dalam istilah tersebut.Plt.Kadis Kesehatan Asahan Jhon Hardi Nasution yang juga merangkap Assisten Pemerintahan Kabupaten Asahan kepada matatelinnga.com, Minggu (22/3/2020) melalui selularnya menjelaskan bahwasanya dengan munculnya banyak istilah dalam dunia medis saat ini, terlebih pasca merebaknya virus corona tersebut banyak masyarakat awam yang salah presepsi dengan istilah ODP (Orang Dalam Pantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan Suspeck corona , ujarnya.Jhon Hardi Nasution juga mengatakan bahwa ODP maupun PDP belum tentu seseorang tersebut terinfeksi virus corona, saat ini banyak orang menyangka kalau sudah dikatakan ODP maupun PDP dapat dikatakan terinfeksi virus corona, tidak dan ini saya luruskan agar masyarakat mengetahui dan tidak salah presepsi. Seseorang dapat dikatagorikan ODP apabila ia sempat bepergian ke negara lain atau bepergian ke daerah di dalam negeri yang sudah terpapar virus corona saat in, seseorang juga akan masuk sebagai ODP apabila pernah berkontak langsung dengan pasien yang positif corona.Sementara terhadap seseorang yang dikatagorikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah seseorang yang telah dirawat oleh tenaga kesehatan dan sudah menjadi pasien dengan diagnogsa gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas, meski belum tentu positif terkena Covid-19, sebelum hasil laboratorium memastikan positif atau tidak.Dan terhadap istilah suspect corona adalah orang yang diduga kuat telah terjangkit infeksi COVID-19, dengan menunjukkan gejala virus corona dan pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona, dan terhadap pasien yang masuk dalam kategori ini akan diperiksa menggunakan dua metode, yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing. [br]"Pemeriksaan ini akan dilakukan untuk melihat status infeksi corona di tubuh suspect tersebut, positif atau negatif.Jhon Hardi Nasution juga membantah issu yang berkembang ditengah tengah masyarakat yang mengatakan salah satu SKPD di salah satu instansi Pemerintahan Kabupaten Asahan ini sudah terjangkit virus corona, dari hasil diagnosa dokter yang menanganinya serta keterangan direktur RSUD HAMS Kisaran , pejabat tersebut bersama keluarganya saat ini menderita Demam Berdarah atau Deman Dengue (DBD) dan kondisinya sudah membaik , serta terhadap pasien tersebut memang berada di ruang isolasi, untuk mengantisipasi penularan penyakit lainnya, ungkapnya.Sementara keterangan direktur RSUD HAMS Kisaran dr.Edi Iskandar melalui selularnya membenarkan bahwa salah satu pejabat Pemkab Asahan yang dirawat bukan terinfeksi virus corona, namun menderita Demam Berdarah dan kondisinya sudah mulai membaik.Direktur RSUD.HAMS Kisaran dr.Edi Iskandar juga mengatakan hingga saat ini di RSUD HAMS Kisaran jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 7 orang, tiga orang diantaranya dirawat di ruang Isolasi RSUD HAMS Kisaran, dan sebanyak 4 orang sudah dinyatakan sebagai pasien berobat jalan, dan terhadap pasien tersebut belum dapat dikatakan terinfeksi Covid 19, pungkasnya (ben)