MATATELINGA, Medan: Sebagian anggota DPRD Medan ada yang tidak melaksanakan sosper (Sosialisasi Peraturan Daerah) dampak pandemi corona dan ada melaksanakan gelar sosper tersebut. Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Rajuddin Sagala pada Wartawan, Minggu (22/2/2020) menyebutkan, "Kami seluruh anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS tidak ada yang gelar Sosper dan kegiatan lainnya yang melibatkan orang banyak,".Hal ini sesuai dengan instruksi dari Presiden PKS dn Ketua DPW PKS Sumut," sebutnya.Menurutnya, segala kegiatan yang melibatkan orang banyak tersebut agar tidak memperkeruh suasana karena tidak tahu siapa saja yang sudah terpapar atau belum."Jadi, lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita khawatir jangan gara-gara acara kita justru banyak orang terkena penyakit," akunya.Sebut Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, Rudyanto lagi, kegiatan Sosper dalam bulan ini dimana penyebaran virus corona semakin mengkhawatirkan sehingga secara pribadi tidak melaksanakan sosper."Ini juga mematuhi seruan dari Pemko untuk tidak mengadakan acara yang akan mengumpulkan orang dalam jumlah banyak," katanya..[br]Begitu juga dengan anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Hanura, Hendra DS, juga mengakui memilih tidak melakukan Sosper supaya menghindari keramaian sesuai surat edaran Mendagri, Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan.“Nanti kita minta di Banmus kan lagi untuk dijadwalkan ulang kegiatan Sosper ini," katanya, dikutip dari Waspada.idHal senada dikatakan Anggota DPRD Medan Fraksi PDI P, Hendri Duin."Saya tidak buat Sosper karena harus mengumpulkan massa dan itu dilarang pemerintah agar virus corona ini tidak menyebar lagi,"uagkapnya.Berbeda halnya dengan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Gerindra, Surianto. Ia tetap melakukan Sosper karena sudah terjadwalkan.[br]Namun dilakukan dengan berbagai antisipasi seperti jarak antar massa hingga 1 meter."Saya buat acara ini di gedung dengan jaraknya semeter-meter. Gedung bisa dimuat 600 orang, tapi ini kami undang 100 orang, dan tidak semua yang datang," sebutnya.Dalam sosper ini, diakui Surianto ia memberi materi terkait kesehatan masyarakat, yakni sosialisasi corona."Kami ini di Medan Utara butuh ada orang yang dapat dipercaya untuk sosialisasi dan edukasi terkait virus corona," sebutnya."Banyak mereka yang menerima informasi hoax," imbuhnya.