MATATELINGA, Medan: Aksi penutupan jalan di Kota Medan ternyata tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, sejumlah kawasan terutama jalur alternatif juga ditutup atas inisiatif oleh warga sekitar.Akibatnya, para pengendara yang berusaha mencari jalur alternatif terjebak dan mengakibatkan kemacetan. Seperti dari pantauan di Jalan Sakti Lubis, di mana tepat di Jalan Sisingamangaraja petugas menutup arus lalu lintas. Namun, saat para pengendara ingin mencari jalan alternatif, kemacetan panjang terjadi di Jalan Sakti Lubis.Seorang warga Sisimpo mengatakan bahwa warga yang ada di Jalan Busi tepat didekat penutupan jalan antara Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Sakti Lubis yang juga menjadi salah satu jalan yang ditutup, juga melakukan hal yang sama. Di mana, Jalan Busi tersebut selalu digunakan pengendara untuk jalan alternatif. "Supaya masyarakat berdiam diri di rumah, tidak keluar rumah. Makanya, kami tutup," ucapnya.Sisimpo mengungkapkan bahwa hal tersebut dilakukan masyarakat agar mencegah penyebaran virus Corona. "Kita tidak mengetahui siapa saja masyarakat yang melintas membawa atau terkena virus ini," ungkapnya. Sementara itu, ada juga warga yang menutup gang dengan menggunakan bangku dan pohon bambu agar masyarakat tidak melintas seperti di Gang Amal yang juga berada di seputaran Jalan Sakti Lubis juga tampak ditutup. Bahkan ada di depan gang itu 'tertulis warga ingin sehat'.Gang ini juga biasanya dijadikan pengendara sebagai jalan alternatif. "Ini inisiatif kami," kata warga.Akibat penututan beberapa jalan alternatif itu, kemacetan panjang terjadi Jalan Sakti Lubis hingga Jalan Sisingamangaraja Medan. Kemudian penumpukan mobil, sepeda motor dan betor terlihat di Jalan Sisingamangaraja menuju arah Simpang Limun begitu juga sebaliknya. (mtc/fae)