MATATELINGA, Paluta: Ditengah gencarnya seruan agar masyarakat mematuhi aturan social distancing dan menghindari kepanikan, puluhan siswa SMA di Jalan Raya Palsabolas - Gunung Tua justru memilih konvoi menuju kota Gunung Tua, Senin (30/3/2020). Pantauan di lapangan, siswa-siswi SMA konvoi dengan mengenakan seragam sekolah yang penuh dengan corat-coret cat berwarna-warni. Meski ada imbauan agar tidak melakukan aksi corat-coret saat selesai ujian, namun demikian, beberapa siswa-siswi salah satu sekolah negeri di Kabupaten Padang Lawas Utara masih saja melakukan tradisi corat-coret.Menurut salah seorang warga Paluta, Daulay menyatakan bahwa aksi corat-coret itu merupakan tradisi yang dilakukan setiap kali terjadi kelulusan. "Yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah mereka tidak diedukasi untuk tidak berkumpul lebih dari 10 orang, terutama ditengan situasi dan kondisi perjuangan kita melawan wabah virus corona Covid 19," kata Daulay.Tak kurang dari 30 motor menjadi biang aksi kemacetan dan menjadi perhatian warga yang berada di pinggir jalan. Saat aksi, mereka dengan membunyikan klakson motor secara terus menerus, beberapa dari mereka mengakibatkan kepanikan dan keresahan dari warga serempat.Diharapkan, kata Daulay kepada orang tua dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Padanglawas Utara agar menertibkan perilaku seperti ini dan mengimbau siswanya tidak keluar rumah disaat wabah virus corona sekarang."Aksi seperti ini, perlu diwaspadai bisa terulang. Orang tua dan aparat terkait perlu menyikapinya agar jangan sampai menelan korban dikemudian hari," tegasnya. (Idaman M Dly)