MATATELINGA, Medan: Dalam sebuah kesempatan, Lembaga Pendidikan dan Diklat (Lemdiklat) Polri menerima kunjungan dari Wakapolri, Komjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si didampingi oleh Asisten Ahli Kapolri bidang Sumber Daya Manusia dan Koors Ahli Kapolri. Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri diterima langsung oleh Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. Arief Sulistyanto, M.Si dan Kasespim Irjen Pol Drs. Rio S. Djambak beserta pejabat utama Lemdiklat Polri.Dalam kesempatan itu, Kasespim Irjen Pol Drs. Rio S. Djambak memaparkan “Dalam filosofi pendidikan Polri ada tiga unsur utama yang harus ditanamkan yaitu Nilai-nilai dan Etika Profesi, Indoktrinasi Doktrin Polri, dan Enkulturasi Budaya Profesi Kepolisian, ketiga filosofi tersebut telah diimplementasikan oleh Lemdiklat Polri melalui program diklat Vokasi dan Akademik”.Ada dua tugas Lemdiklat Polri berkolaborasi dengan Kasespim Polri untuk mewujudkan program prioritas Kapolri. Pertama mewujudkan SDM yang unggul dan kedua meningkatkan kualitas keamananan. Program pendidikan dan latihan harus progressive, responsive, adaptive, up to date dan aplicable. Prodiklat tahun 2020, seperti dipaparkan Kalemdiklat dirancang untuk mewujudkan program prioritas Kapolri dalam membangun SDM unggul dan berintegritas yang mendukung kinerja operasional Polri.“Saya sudah mencatat dan nanti akan dilaporkan kepada Kapolri, karena yang sudah semuanya adalah untuk kepentingan Polri. Polri ini untuk masyarakat, Polri ada karena masyarakat, organisasi ini akan tetap eksis dan akan mendapat Trust dari masyarakat, kita harus mampu meningkatkan profesionalitas kita,” demikian tanggapan Wakapolri saat mengunjungi Lemdiklat. Komjen Pol Drs. Arief Sulistyanto, M.Si yang saat ini harus bekerja dari hulu, sebagai Kalemdikpol dan bersinergi dengan Kasespim Irjen Pol Drs. Rio S. Djambak berjanji akan membentuk sumber daya manusia Polri yang siap pakai.Caranya, dengan menanamkan dan menebarkan integritas personel melalui program pendidikan yang bisa menghasilkan sosok anggota Polri yang berintegritas moral, profesional yang unggul, dan kompetitif.“Integritas moral menjadi landasan utama sehingga perlu dibangun kultur pendidikan yang efektif sehingga bisa melahirkan sosok personel Polri yang reformis , berintegritas, dan profesional,” kata Kasespim Irjen Pol Drs. Rio S. Djambak.Rio S. Djambak mengaku sudah mulai merancang kegiatan dan kinerja yang akan dia lakukan untuk meningkatkan SDM Polri.“Saya selalu proaktif dan saat orang baru berpikir, maka saya harus sudah melangkah di depan. Karena jabatan adalah amanah dan tugas adalah ibadah. Jangan melihat di manapun ditugaskan, tapi di sana pasti ada rahasia Allah,” imbuhnya.Untuk menyahuti keinginan Kalemdiklat Polri dan Kasespim ini, salah seorang Peserta Didik (Serdik) Sespimen Polri Angkatan 60 Kompol Ronni Bonic berkeinginan untuk menerapkan tiga unsur utama dalam filosofi pendidikan Polri. Karena didorong oleh rasa prihatin, lalu muncul empati. Kemudian ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Hal itu yang membuat Kompol Ronni Bonic merasa sangat bersalah ketika melihat anak-anak sebagai generasi masa depan tidak bisa mendapatkan kesemptan untuk belajar meningkatkan kemampuannya.Saat bertemu dengan Ust. Slamet bin Azis yang memiliki keinginan sama untuk berbuat sesuatu yang terbaik bagi anak-anak yang kurang beruntung seperti anak yatim, maka muncullah gagasan untuk mendirikan sebuah bangunan yang bisa menjadi tempat belajar sekaligus tempat tinggal anak-anak yatim tersebut.Menurut Ust. Slamet bin Azis, dalam waktu dekat ini akan di mulai Pembangunan Gedung Yayasan Darul Yatim Mardhotillah 2 Lantai."Gedung ini nantinya akan kita manfaatkan untuk menampung anak-anak yatim yang ada disekitar Jl. Abadi dan Jl. Perjuangan Kel. Tanjung Rejo, Medan Sunggal akan dijadikan sebagai tempat tinggal dan tempat pendidikan agama," kata Ust. Slamet.Untuk mewujudkan pembangunan gedung ini, kata Ust. Slamet sangat dibutuhkan uluran tangan para donatur dan dukungan doa dari orang-orang yang tergerak hatinya untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung ini.Secara khusus, Kompol Ronni Bonic setiap kali bertemu dengan masyarakat selalu mengingatkan agar mematuhi aturan pemerintah diam di rumah dan menjalankan Maklumat Kapolri yang menganjurkan masyarakat jangan sampai membuat acara yang menjadikan berkumpulnya banyak orang.