MATATELINGA, Medan: Untuk membantu PMI Medan mengatasi kekurangan stok darah, sebanyak 149 personel Sat Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) mendonorkan darahnya. Aksi donor darah ini digelar di Aula Yanma Makosat Brimob Poldasu, Jalan Wahid Hasyim Medan, Kamis (9/4) pagi.Dansat Brimob Poldasu Kombes Pol Abu Bakar Tertusi menyambut baik kegiatan yang digagas oleh PMI dalam rangka mengatasi kekurangan stok darah akibat wabah covid -19. Dikatakan Abu Bakar, satuan Brimob Polda Sumut sangat siap membantu PMI jika kembali menginginkan bantuan donor darah.“Hari ini ada 149 anggota Brimob Polda Sumut yang ikut mendonor darah. Ini sebagai bentuk dukungan kami dalam rangka membantu pemerintah yang dari PMI di Sumut kekurangan stok darah termasuk di Indonesia. Makanya digelar donor darah di seluruh instansi kesatuan TNI/Polri. Hari ini dilakukan di Brimob. Kami juga siap selalu membantu pemerintah untuk mendonorkan darahnya,” terang Abu Bakar.Menurut Abu bakar, kegiatan donor darah harus rutin dilakukan karena satu tetes darah akan membantu nyawa bagi manusia. “Yang jelas kami mendukung program pemerintah ini dalam suasana Covid-19. Satu tetes darah sangat berarti untuk nyawa. Apalagi saat ini kasus demam berdarah sangat merebak,” katanya.Kepala Seksi Humas dan Pelayanan Medis PMI Sumut Dr Eka Syafrida mengatakan, sesuai dengan arahan dari pimpinan, PMI terus gencar melakukan kegiatan donor darah di kalangan Instansi TNI dan Polri dalam memenuhi ketersediaan darah yang saat ini sangat menurun akibat wabah pandemi Covid -19.“PMI bekerja sama dengan Brimob Poldasu, itu berdasarkan arahan dari ketua kami. Kemudian meminta bantuan kepada Poldasu untuk menambah stok darah yang selama pandemi covid -19 ini sangat menurun sekali. Selain Brimob, kami juga kerja sama dengan satuan Shabara,” ucap Eka Syafrida.Dalam rangka antisipasi penularan Covid -19, dalam proses donor darah juga harus memenuhi Prosedur Tetap (Protap) kesehatan bagi tim medis dan pendonor. tim medis juga dilengkapi seperti Alat Pelindung Diri (APD), masker, dan jaga jarak antara bed lebih dari satu meter.“Jadi kami ada Protap baru ya bahwasanya kami menggunakan APD yang memang biasanya mungkin handsanitizer tidak dibawa, kami bawa. Kemudian jarak yang diatur lebih kurang 1 meter lebih pemeriksaan. Kemudian dilengkapi APD seperti pelsik tim kami untuk kurangi paparan. Kemudian setiap bed yang diganti pendonor lain, juga selalu kita lakukan disinfektan,” ungkap Eka. (mtc/fae)