MATATELINGA, Gunung Para : Pihak PTPN 3 Kebun Gunung Para Melalui Askep membantah keras atas adanya pemberitaan di salah satu Media Online yang mengatakan bahwa Anggaran pemeliharaan tanaman menghasilkan (TM) di Afdeling 6 Kebun unit Gunung Para, Distrik Serdang I PTPN III (Persero) pada triwulan I Januari - Maret 2020 sampai saat ini belum juga dikerjakan, padahal sudah kerap diberitakan agar dilakukan perbaikan, pada Jumat (10/04/2020).Asisten Kepala Kebun Gunung Para PTPN 3 Tri Imido Semarkoto mengatakan, pemberitaan ini sangat merugikan pihak PTPN 3 Kebun Gunung Para, karena hal ini tidak berdasarkan data yang sebenarnya. "Pekerjaan pemeliharaan di Afdeling 6 Kebun Gunung Para dikerjakan oleh pihak vendor dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta diikat dengan perjanjian kerja yang sah," kata Tri Imido Lebih lanjut Askep menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan pihak PTPN 3 Kebun Gunung Para telah membuat program pemeliharaan yang terjadwal selama 3 bulan, 6 bulan dan seterusnya. Apabila pihak vendor tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai persyaratan teknis atau melampaui batas waktu yang ditentukan maka, pihak PTPN 3 Kebun Gunung Para akan memberikan sanksi yang tegas sesuai dengan kesapakatan yang tertuang kontrak perjanjian kerja. KondisiPemeliharaan Afdeling 6 Kebun Gunung ParaBegitu pula halnya dengan pekerjaan penunasan pelepah. Pekerjaan penunasan pelepah sejak terbitnya peraturan baru tak lagi dilaksanakan oleh pihak rekanan, melainkan oleh pemanen sendiri dengan kompensasi berupa premi tunasan progressive. Program tunasan ini yang harusnya terotasi dalam jangka waktu 9 sampai 12 bulan. Pada kesempatan lain, salah seorang vendor yang mengerjakan pekerjaan pemeliharaan tanaman menghasilkan kelapa Sawit di Afdeling 6 Kebun Gunung Para, membantah tudingan bahwa pekerjaan pemeliharaan belum dikerjakan, akan tetapi semua masih dalam proses pekerjaan sesuai dengan program yang telah disusun oleh Afdeling 6 Kebun Gunung Para. "Pemberitaan yang tidak berdasar dan berimbang semacam ini, diharapkan untuk tidak lagi ditayangkan. Media sebaiknya lebih bijak dalam membuat sebuah pemberitaan, apalagi Bangsa dalam situasi yang sulit akibat pandemi COVID-19," tandasnya.Harapan ke depan, semua pihak Stakeholder agar bersama-sama bekerja dalam menciptakan suasana yang harmonis sehingga tidak terjadi kegaduhan dan kepanikan yang justru dapat menurunkan kinerja.