MATATELINGA,Asahan: Sebanyak 72 orang tenaga kerja asal Indonesia yang mencari nafkah di negara Malaysia ditelantarkan oleh tekong yang membawanya di perairan sungai Ludam Asahan, Selasa (28/4/2020) sekira pukul 11.40 Wib.Data yang berhasil dihimpun matatelinga.com dari berbagai sumber dilapangan menyebutkan sebanyak 72 orang yang terdiri dari 63 orang pria dewasa serta 9 orang wanita dewasa yang merupakan pekerja dari Indonesia yang medulang Ringgit di negeri Malaysia , telah ditelantarkan oleh tekong pemilik kapal yang mengangkutnya dari perbatasan perairan Malaysia - Indonesia dan terdampar dipinggiran perairan sungai Ludam Asahan.Keterangan salah seorang penumpang kapal tersebut Halimah Tusakdiah (58) warga Pematang Rambe kepada awak media menuturkan bahwasanya dirinya bersama 71 orang rekan lainnya suudah tidak dapat bekerja lagi di Negara Malaysia, sehubungan dengan merebaknya wabah pandemi Covid 19 yang membuat sebagian besar warga Indonesia yang sedang bekerja di Malaysia kehilangan pekerjaan, dan terpaksa kami pulang melewati jalan belakang dengan menggunkan tongkang , ujarnya.Lebih lanjut Halimah Tusakdiah mengatakan setelah berlayar tepatnya ditengah laut kami dioper lagi kekapal kayu milik orang Indonesia dan sesampainya kami di sungai ini menurut kabarnya sungai Ludam kami ditinggal oleh pemilik kapal, sampai kami ditemukan oleh kapal patroli milik Polisi Perairan Indonesia, dan kami selanjutnya dievakuasi ke Tanjung Balai, ungkapnya.Secara terpisah kapolres Tanjung Balai AKBP.Putu Yudha Prawira ,SIK kepada awak media membenarkan adanya 72 orang WNI yang baru kembali dari Malaysia melewati perairan di wilayah Asahan -Tanjung Balai hingga labuhan batu Utara, namun dapat ditemukan oleh tim patroli , hingga membawanya ke gedung Karantina yang berada di Tanjung Balai. Dari hasil check kesehatan yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Covid 19 Tanjung Balai terhadap 72 orang dimasud tidak satupun warga masyarakat tersebut yang diindentifikasi terpapar Covid 19, dan suhu badan mereka masih dapat dikatakan normal dengan rata rata 36 derajat celcius.Terhadap mereka saat ini sedang menunggu jemputan dari masing masing kabupaten sesuai dengan identitas penumpang kapal tersebut, dan setelah mereka dijemput mereka kami perbolehkan untuk meninggalkan Tanjung Balai, pungkasnya (ben)