MATATELINGA, Asahan: Saat warga masyarakat dusun XI Aek Polan kecamatan Buntu Pane hendak melaksanakan sahur di hari keenam bulan Ramadhan 1441 H ini, air luapan sungai Silo mendadak menggenangi rumah warga tersebut, Rabu (29/04/2020) sekira pukul 03.25 Wib.Keterangan Handoko (31) warga setempat kepada matatelinga.com melalui selularnya Rabu (29/4/2020) dini hari mengatakan air sungai Silo yang melintasi dusun XI Aek Polan desa Buntu Pane kecamatan Buntu Pane Asahan meluap hingga menggenangi rumah warga. Sehingga warga masyarakat yang hendak melaksanakan sahur dan sholat subuh menjadi terganggu."Dusun kami sudah menjadi langganan banjir kala terjadi hujan di hulu, warga masyarakat dusun XI ini yang terdampak banjir dan rumahnya telah terendam air luapan sungai Silo sebanyak kurang lebih sekitar 20 rumah, hujan semalam mengguyur desa kami, dan hingga kini air luapan sungai Silo tersebut masih menggenangi desa ini, kami juga berharap Pemerintah Kabupaten Asahan segera melakukan pengerukan endapan sedimen yang membuat dangkal sungai tersebut, agar kami warga masyarakat desa ini dapat tenang kala hujan mengguyur didaerah kami,"ungkapnya.Secara terpisah kepala desa Buntu Pane Manten Aperi Simbolon dalam keterangannya mengatakan dusun XI desa Buntu Pane kecamatan Buntu Pane sudah menjadi langganan banjir kala hujan mengguyur bagian hulu sungai Silo ini. "Luapan banjir ini dikarenakan curah hujan dalam semalam ini sangat tinggi, sehingga daya tampung sungai ini tidak mampu lagi, akibatnya ya banjir inilah," urainya.Sungai Silo ini sudah terjadi pendangkalan dan Pemerintah sudah memprogramkan untuk dilakukan pengerukan dan normalisasi sungai, namun saat ini sedang terjadi bencana nasional seperti ini, program normalisasi tersebut menjadi terkendala."Rumah warga yang terendam di dusun XI Aek Polan ini setinggi 0.80 centi meter hingga 1 meter, kami juga sudah memberikan himbauan kepada seluruh warga masyarakat untuk tetap waspada, mengingat cuaca saat ini tidak menentu dan yang kami kawatirkan terjadi banjir susulan, dan kami bersama perangkat desa lainnya sedang melakukan pendataan dusun yang terdampak banjir ini," pungkasnya. (mtc/ben)