MATATELINGA, Toba: Akibat merebaknya virus Corona di Indonesia, perubahan alokasi anggaran berubah banyak, baik di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) ataupun anggaran Dana Desa (DD) dari APBN. Semua biaya yang dibutuhkan dianggarkan dari Dana Desa (DD) yang perhitungannya pun sudah dibuat sebaik mungkin agar tidak ada penyelewengan anggaran.Banyak anggaran dialihkan untuk keperluan pencegahan penyebaran virus corona di desa-desa. Anggaran yang sebelumnya telah terplot untuk keperluan pembangunan fisik kini harus dialihkan untuk pembiayaan pencegahan penyebaran virus corona covid-19. Diantaranya pembuatan posko di setiap pintu gerbang masuk desa dan biaya operasional Tim Relawan Desa seperti makan minum dan lain-lain. Penyemprotan disinfektan dan pemberian vitamin merupakan dana terpisah dari BLT (Bantuan Langsung Tunai).Menurut Kepala Dinas PMD PPA Henry Silalahi bahwa BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp. 600.000/Rumah Tangga/3 bulan di data yang warga kurang mampu yang langsung terdampak akibat Covid19. Contoh orang yang di PHK, pedagang kaki lima, tukang pangkas dan lain-lain dianggarkan dari Dana Desa berdasarkan perhitungan sebagai berikut:Desa dengan pagu anggaran Rp. 800.000.000 mengalokasikan dananya sebesar 25 % . Desa dengan pagu anggaran diatas Rp. 800.000.000 hingga Rp. 1.200.000.000 mengalokasikan dananya sebesar 30 %. Desa dengan pagu anggaran diatas Rp. 1.200.000.000 hingga Rp. 1.300.000.000 mengalokasikan dananya sebesar 35 %.Sedangkan untuk dana pencegahan menurut kadis PMD PPA belum di tentukan besarannya karena bersifat situasional."Desa diharapkan bisa mengelola dana secara maskimal untuk membantu mencegah penyebaran virus corona Covid-19," ungkap Henry Silalahi, Jumat 29/4/20.Henry juga menghimbau masyarakat agar tetap tanggap terhadap tamu yang datang agar melaporkan ke petugas posko, melakukan pola hidup sehat dan gunakan masker saat keluar rumah jika penting dan menjaga jarak satu dengan yang lain. (mtc/pintor)