Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Di Bahorok, Harimau Mangsa Ternak Sapi dan Anjing Milik Warga

Di Bahorok, Harimau Mangsa Ternak Sapi dan Anjing Milik Warga

- Sabtu, 02 Mei 2020 17:03 WIB
Mtc/ist
Seekor sapi milik warga Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok dimangsa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) setelah satu hari dicari tidak ketemu. Dalam rentang waktu yang tak lama, 4 ekor anjing milik warga di kawasan itu juga dik
MATATELINGA, Langkat:  Seekor sapi milik warga Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok dimangsa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) setelah satu hari dicari tidak ketemu. Dalam rentang waktu yang tak lama, 4 ekor anjing milik warga di kawasan itu juga dikabarkan dimangsa harimau.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wil V Bahorok BBTNGL, Palber Turnip ketika dihubungi via telepon mengatakan, awal mulanya, pemilik ternak bernama Hendry Sembiring (30), seorang Sekretaris Desa, pada Kamis (30/4/2020) sore mencari ternaknya. 

"Kamis sore dia nyariin, tidak ketemu. Keesokan paginya, Jumat, dia lihat sudah ada bangkainya di situ. Kepala, badan dan kaki terpisah," katanya, Sabtu (2/5/2020). 

Atas informasi tersebut pihaknya, bersama dengan tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), WCS-IP, relawan Sumeco,  Polsek, Koramil, pihak kecamatan dan lainnya langsung mengecek ke lokasi dan menemukan sejumlah bukti berupa bangkai sapi, jejak kaki yang diduga harimau dan lainnya. 

Untuk mengetahui apakah sapi tersebut dimangsa harimau, pihaknya memasang camera trap di lokasi penemuan bangkai sapi. Dan hasilnya positif, sapi tersebut dimangsa harimau. 

"Positif. Tadi sudah kita cek, ada harimau di situ. Dan harimau itu, berbeda dari harimau yang memangsa sapi pada 2019 lalu. Ini jantan, tapi lebih kecil ukurannya," katanya. 

Dijelaskannya, pihaknya juga sudah mengecek kembali keberadaan bangkai sapi tersebut dan ternyata sudah bergeser sejauh 100 meter dari lokasi semula ditemukan. Menurutnya, mangsa harimau akan dibiarkan di lokasi sampai habis dimakan dan tidak akan digeser.

"Akan kita biarkan saja di situ sampai dimakan habis semua. Perkiraannya akan habis sampe besok," katanya. 

Saat ini, pihaknya masih tetap berada di desa tersebut untuk menenangkan warga sekaligus memastikan tidak ada yang ke ladang sendirian dan mengambil langkah sendiri. Menurutnya, lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 3-4 km dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). 

Menurutnya, di Kecamatan Bahorok, bukan kali ini saja terjadi kasus sapi dimangsa harimau. Kasus sebelumnya terjadi di tahun 2014, 2018, 2019. "Iya, jadi ini kasus ke-4 yang terjadi di Bahorok. Nah, yang sekarang ini sapi milik Sekdes, kalau yang dulu milik warga. Jadi tak susah komunikasinya," katanya. 

Tak hanya sapi. Menurut Turnip, tak jauh dari lokasi penemuan bangkai sapi, ada seorang perempuan peladang, Bru Tarigan, yang mengaku sudah kehilangan 4 Ekor anjingnya dalam 1 bulan terakhir. Dia pun mengaku sering mendengar auman harimau dari ladangnya. 

"Dia malah sudah kehilangan 4 anjing. 1 indukan, 3 anakan. Kepala-kepala anjingnya ditemukan. Tersisa tinggal 1 ekor lah yang masih hidup. Itu lah yang digendongnya terus itu," katanya. (mtc)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Pura-Pura Berburu”, Polsek Babalan Ungkap Kasus Curanmor, Enam Unit Kendaraan Berhasil Diamankan

Berita Sumut

Tangani Kasus Viral Secara Humanis, Polres Langkat Raih Penghargaan Komnas PA

Berita Sumut

Satresnarkoba Polres Langkat Tangkap Pria Pemilik 64,74 Gram Sabu di Stabat

Berita Sumut

HMI Langkat Tuding Oknum Kapolsek Rambah Hutan Lindung

Berita Sumut

Upaya Mediasi dan Restorative Justice Buntu, Polres Langkat Lanjutkan Proses Hukum Kasus Saling Lapor Secara Profesional

Berita Sumut

Polres Langkat Tegaskan Kasus Viral Ditangani Profesional, Upaya Mediasi Berulang Tak Capai Kesepakatan