MATATELINGA, Batubara: Sebanyak 194 orang warga negara Indonesia yang baru saja pulang dari Malaysia dengan menggunakan kapal motor dengan cara sembunyi akhirnya dapat diamankan oleh kapal Patroli TNI AL di perairan Batubara, Senin (4/5/2020) sekira pukul 01.00 Wib.Keterangan Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Batu Bara dr.Wahid Khusayri, kepada matetelinga.com melalui selularnya Senin (4//2020) sekira pukul16.30 Wib membenarkan adanya kepulangan tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di Malaysia.Namun kepulangan mereka melalui jalur perairan yang berada di wilayah kabupaten Batu Bara dengan cara sembunyi sembunyi, namun kedatangan kapal yang memuat 194 orang tersebut dapat diketahui oleh aparatur TNI AL yang sedang melaksanakan partoli di perairan tersebut , ujarnya.Lebih lanjut Kepala Dinas Kesehatan Batu Bara Wahid Khusyairi mengatakan setelah 194 orang tersebut yang menumpang Kapal Motor Tanpa nama digiring oleh kapal patroli TNI - AL hingga ke pelabuhan Boom Tanjung Tiram yang selanjutnya seluruh ex TKI tersebut dievakuasi dan ditampung di gedung SMK Negeri I Lima puluh Kabupaten Batu Bara, terhadap semuanya juga sudah dilakukan penyemprotan desinfektan serta pemeriksaan terhadap suhu tubuh.Dari 194 orang TKI tersebut terdapat 94 orang laki laki dan 21 orang wanita serta 4 orang balita, mereka selama ini beerja di Malaysia , namu ketika di Malaysia memberlakukan lock down sehubungan pandemi virus corona ini, pekerja Indonesia ini kembali ke Indonesia melalui jalur laut dengan cara sembunyi.Dari hasil pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh penumpang kapal tanpa nama tersebut tidak terdapat penumpang yang patut dicurigai terinfeksi Covid 19, dan terhadap mereka juga saat ini sedang menunggu penjemputan dari daerah asal mereka, dan ke 194 orang tersebut diantaranya sebanyak 28 orang asal batu Bara, 21 orang warga Asahan, 9 orang dari Tanjung Balai, 6 orang dari Medan, warga Langkat terdapat 3 orang, Labuhan Batu 2 orang, sebanyak 1 orang berasal dari tapanuli Selatan serta warga Binjei, Sedang Bedagai dan Deli serdang masing masing terdapat 4 orang, sementara sisanya sebanyak 37 orang berasala dari Propinsi Aceh, Riau, Jambu dan Sumatera Barat, pungkasnya (ben)