Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Belum Terdampak Virus Corona, Masih Ada 6,95 Juta Pekerja di Sumut pada Triwulan I 2020

Belum Terdampak Virus Corona, Masih Ada 6,95 Juta Pekerja di Sumut pada Triwulan I 2020

- Selasa, 05 Mei 2020 17:15 WIB
mtc/amel
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi memaparkan perkembangan Tenaga Kerja Sumut dalam video conference di channel Youtube, Selasa (5/5/2020).
MATATELINGA, Medan : Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi menjelaskan pada triwulan I 2020, tenaga kerja Sumut belum terdampak pandemi Covid-19. Jumlah penduduk di Sumut yang bekerja pada Februari 2020 sebanyak 6,95 juta orang, sedangkan jumlah pengangguran sebanyak 345 ribu orang.

"Dibanding Februari 2019, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2020 berkurang 87 ribu orang, sedangkan jumlah pengangguran berkurang 69 ribu orang," ujarnya memaparkan Perkembangan Tenaga Kerja Sumut dalam video conference di channel Youtube, Selasa (5/5/2020).

Sementara itu, lanjutnya,  jumlah angkatan kerja di Sumut pada Februari 2020 sebanyak 7,29 juta orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan 156 ribu orang dibandingkan Februari 2019. Komponen pembentuk Angkatan Kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran.

“Dalam setahun terakhir TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) turun 0,83 poin menjadi 4,73% pada Februari 2020. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT paling tinggi adalah TPT dengan jenjang pendidikan SMK yaitu sebesar 7,51%,” kata dia.

Syech Suhaimi bilang, TPT pada Februari 2019 sebesar 5,56 persen turun menjadi 4,73% pada Februari 2020. Dilihat dari tempat tinggalnya, TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding di perdesaan. Pada Februari 2020, TPT di perkotaan sebesar 6,75%, sedangkan TPT di perdesaan hanya 2,33%.

"Dibanding setahun yang lalu, TPT di perkotaan mengalami penurunan sebesar 1,11 poin dan TPT perdesaan mengalami penurunan sebesar 0,69 poin,” jelasnya.

Dilihat dari tingkat pendidikan, imbuhnya, pada Februari 2020 TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan adalah paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 7,51%. Sedangkan pada Februari 2019 yang paling tinggi adalah tingkat pendidikan Universitas. TPT tertinggi berikutnya terdapat Diploma sebesar 6,56%.

“Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang berlebih terutama pada tingkat pendidikan SMK dan Diploma. Sedangkan mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, seperti TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,50%," ujarnya.

[br]

Terkait dengan turunnya jumlah angkatan kerja, Syech Suhaimi menyebutkan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga turun. TPAK pada Februari 2020 tercatat sebesar 72,00 persen, turun 2,57 poin dibanding setahun yang lalu. Penurunan TPAK ini memberikan indikasi adanya penurunan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja.

Syech Suhaimi menyebutkan, berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Februari 2020, penduduk Sumatera Utara paling banyak bekerja pada Sektor Pertanian yaitu sebanyak 2,67 juta orang (38,48%), disusul oleh Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebanyak 1,16 juta orang (16,66%) dan Industri Pengolahan 574 ribu orang (8,26%).

Dilihat berdasarkan tren lapangan pekerjaan selama Februari 2019 " Februari 2020, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk bekerja terutama pada Sektor Jasa Keuangan Asuransi, Real estate, Jasa Perusahaan dan Jasa Lainnya (0,88 poin) dan Konstruksi (0,83 poin). Sedangkan sektor yang mengalami penurunan paling besar pada Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (1,97 poin), Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (0,89 poin) dan Perdagangan Besar dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,36 poin).

Dari seluruh penduduk bekerja pada Februari 2020, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan/pegawai (37,94%), diikuti status Berusaha Sendiri (17,80%), kemudian Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar (17,05%). Selanjutnya status pekerja keluarga/tak dibayar (17,03%), dan status Pekerja Bebas di non pertanian (3,76%). Sementara penduduk yang bekerja dengan status Berusaha dibantu buruh tetap memiliki persentase 3,42% dan yang paling kecil adalah status pekerja bebas di pertanian sebesar 3,00%. (mtc/amel)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Bupati Asahan Lepas Petugas Sensus Ekonomi 2026

Berita Sumut

Aceh Selatan Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026, 238 Petugas Siap Turun ke Lapangan

Berita Sumut

Audensi BPS Kabupaten Asahan Diterima Bupati

Berita Sumut

Sekdaprov Sumut Ingatkan ASN Bijak Gunakan AI, Tetap Pegang Nilai BerAKHLAK

Berita Sumut

Wagub Sumut Surya Ingin ASN Adaptif dan Profesional Perkuat Pelayanan Publik

Berita Sumut

Sumut Corpu Resmi Diluncurkan, Wagub Surya Dorong Budaya Belajar Jadi Identitas ASN