MATATELINGA, Medan: Idul Fitri di tahun 2020 kali ini menjadi moment yang sangat mengharukan dari segala lini. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan tahun sebelum nya yang berlangsung sangat meriah ditambah budaya kepadatan arus lalulintas.Namun kali ini jauh berbeda, sepi dari segala sudut pun terlihat jelas, mulai dari ditiadakan nya sholat idul fitri di lapangan terbuka sampai sepi nya penumpang angkot (angkutan kota) di Kota Medan, Sumatera Utara. Ini diungkap kan salah satu pengemudi angkot, B. Sembiring, lin 103 Pancurbatu-Pancing. Dirinya mengaku kalau penghasilan mereka sangat turun drastis hingga 70 hingga 80 persen. "Lumayan kacau lah, biasa bisa satu trip hasil nya lebih kurang 150 ribu, namun setelah corona ini hanya tinggal 30 rb sampai 45 rb. Minyak saja kurang, belum mau dibawa pulang ke rumah untuk keluarga," ujar Sembiring."Ini lebaran kan, biasa bisa menghasilkan 300 rb untuk dibawa pulang ke rumah, ini hanya 50 sampai 60 rb saja. Itu pun mencari sewa nya sangat sulit kali. Mikir kan setoran lagi, nambah pening nya. Token juga butuh uang, kan angkot ini pasti ada kerusakan, ini kan butuh biaya. Mudah-mudahan cepat berlalu dan ada lagi lah bantuan dari pemerintah," harap Sembiring sambil mengerut kan kening nya. Tidak hanya itu, angkutan antar kota antar daerah juga terlihat sepi dari penumpang. Sejumlah pool bus-bus tersebut biasa nya dipadati para penumpang hingga rela antri berjam-jam, kali ini kondisi itu tidak terlihat lagi. Biasa bus yang kekurangan angkutan harus mencari alternatif angkutan lain, namun itu juga tidak terlihat di idul fitri 2020 ini.(mtc/edi).