Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kepala Ombudsman RI : Kerja Tenaga Kesehatan Ceroboh, Sampel Anak PDP Untuk Tes Swab Hilang

Kepala Ombudsman RI : Kerja Tenaga Kesehatan Ceroboh, Sampel Anak PDP Untuk Tes Swab Hilang

- Kamis, 28 Mei 2020 16:15 WIB
Matatelinga/Istimewa
Abyadi Siregar
MATATELINGA, Medan : Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), Abyadi Siregar merasa kaget luar biasa, begitu mendapat penjelasan tentang hilangnya sampel atau specimen untuk swab test seorang anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan. Hal ini menjadi penyebab tak keluarnya hasil tes swab anak tersebut."Saya kaget luar biasa mendengar informasi bahwa specimen atau sampel untuk swab tes anak itu hilang," tutur Abyadi Siregar, saat di wawancarai wartawan, terkait hasil tes swab anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan tak kunjung keluar juga, Kamis (28/5/2020).

"Beruntung kami  (Ombudsman RI Perwakilan Sumut-red) menelusuri masalah ini, setelah kami menerima laporan. Atas dasar laporan itu, kami melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak laboratorium RS USU dan pihak RS Pirngadi Medan. Dari hasil penelusuran itu, kita menerima keterangan bahwa sampel atau specimen anak itu ternyata hilang. Mereka tidak mengetahui kemana barangnya," ungkap Abyadi Siregar dengan nada bingung.Untuk mengganti specimen yang hilang itu, akhirnya memang telah dilakukan pengambilan specimen baru kembali terhadap anak tersebut. "Karena sampelnya hilang, maka sudah dilakukan pengambilan specimen kembali pada 27 Mei 2020. Menurut penjelasan kepada kita di Kantor Ombudsman, hasilnya akan diketahui tiga hari setelah pengambilan specimen," kata Abyadi.

Abyadi Siregar sangat menyayangkan hilangnya specimen tersebut. Ini benar benar layanan kesehatan yang buruk terhadap pasien covid. "Kita menduga, kalau saja hal ini tidak ditelusuri dan tidak dibongkar, jangan jangan belum diketahui sampai kapan anak berinisial "T" itu menjalani isolasi di rumah sakit. "Kasihan betul anak itu. Terkatung-katung akibat buruknya layanan. Ini kerja yang sangat ceroboh. Kasihan masyarakat akibat layanan kesehatan yang buruk seperti itu," tegas Abyadi.

[br]

Berdasarkan temuan ini, Abyadi menjadi curiga, jangan jangan kasus seperti ini tidak hanya dialami satu orang. Tapi bisa dirasakan banyak pasien. Menunggu hasil swab tes yang tidak jelas kapan keluarnya akibat hilang specimennya. "Ini benar benar kerja ceroboh," katanya.Karena itu, untuk ke sekian kalinya, Abyadi meminta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut agar segera melakukan evaluasi kinerja. Perbaiki sistem komunikasi dan koordinasi antar internal dan eksternal. Perbaiki penanganan layanan kesehatan dan perbaiki juga layanan penyaluran bantuan kesejahteraan sosial.Abyadi meminta Gubernur Sumut agar bersungguh-sungguh meningkatkan peran pengawasannya terhadap kinerja Tim GTPP Covid-19 Provinsi Sumut, sehingga berbagai persoalan dalam percepatan penanganan Covid -19 di Sumut ini bisa dilakukan dengan baik.

Tindak Lanjuti LaporanSekedar diketahui, sejak beberapa hari lalu, Ombudsman RI Perwakilan Sumut menerima laporan terkait lambatnya keluar hasil pemeriksaan swab seorang anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan. Padahal, specimen anak itu sudah diambil pada 8 Mei 2020. Tapi hingga saat ini, hasil pemeriksaan swab yang kedua, belum juga keluar.Hal itu menyebabkan kondisi anak berumur 12 tahun, tidak mendapatkan kepastian layanan yang jelas. Anak itu juga tidak mengetahui sampai kapan dirinya harus menjalani isolasi di rumah sakit. Padahal, sudah dirawat di rumah sakit sejak 4 Mei lalu.Karena itu, Abyadi meminta keseriusan tim GTPP Covid-19 Sumut menjalankan tugasnya dalam percepatan penanganan Covid 19 di Sumut.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Sumut Jadi Tuan Rumah Hari Anak Nasional 2026, Bobby Nasution Harapkan Event Nasional Dorong Ekonomi Daerah

Berita Sumut

TP PKK Bandar Khalipah Edukasi Pola Asuh Anak dan Pencegahan KDRT di Era Digital

Berita Sumut

Wali Kota Medan Apresiasi Film Samudera, Karya 100% Anak Medan

Berita Sumut

Marah Putrinya Diganggu, Ayah dan Anak Bunuh Remaja

Berita Sumut

Sambut Hari Raya Waisak, PMVBJ Beranjangsana Ke LKSA Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Rantauprapat

Berita Sumut

Bentengi Generasi dari Radikalisme, Densus 88 Ajak Pemprov Sumut dan Polda Sumut Perkuat Kolaborasi Presisi