MATATELINGA, Belawan: Seorang pria, Sanjay (22) warga Marelan Raya, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan babak belur dihajar massa saat ketahuan menjambret sebuah dompet, Minggu (31/05/2020) malam.Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, awalnya korban Putra (30) meletakkan dompet dalam dasbor sepeda motornya, lalu berhenti ke sebuah toko ponsel di Pasar 3, Kecamatan Medan Marelan.Tak lama kemudian pelaku datang dan langsung mengambil dompet korban yang berada di dasbor sepada motor tersebut. Mengetahui hal tersebut Putra langsung mengejar pelaku sambil berteriak jambret.Teriakan korban mengundang massa dan berhasil menangkap pelaku, massa yang geram menghajar pelaku mengunakan kayu dan tangan hingga babak belur. Massa yang kurang puas melihat tersangka yang telah mengotori kampung ini kembali menghajarnya menggunakan kayu,tangan dan ditendang hingga tersangka sekarat ditempat."Saya tadi berhenti ke ponsel sebentar, lupa ngambil dompet di dasbor, ternyata udah dibawa kabur pelaku," ucap korban saat di TKP.Menghindari massa yang semakin beringas pelaku diamankan warga yang merasa kasihan di pinggir jalan . Tak lama kemudian, kerabat pelaku datang dan membawa pelaku pulang.Namun setibanya di rumah, tersangka langsung lari kedalam rumah mengambil parang panjang dan mengusir warga sambil mengayunkan parang panjangnya.Warga takut dan berlarian meninggal rumah tersangka.Korban minta kepada orang tua tersangka untuk mengembalikan uangnya yang ada didalam dompet yang telah diambil tersangka dàn tersangka tidak mengakui bahwa didalam dompet milik korban tidàk ada uangnya dan dompetnya sudah dibuang. " Korban sama pelaku dibawa kerumah, karena korban mau damai yang penting uang yang di dalam dompet 350 ribu balik, tapi pelaku saat berada di rumah malah ngambil parang bang. jadi semua takut dan kabur," tandas Ari Handoko (23) warga sekitar yang berada di TKPKorban merasa kesal dan pergi meninggalkan rumah tersang dan langsung membuat pengaduan ke kantor Polsek Medan Labuhan.Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Sapari SH saat dikonfirmasi Wartawan ini membenarkan bahwa pengaduan korban sudah diterima dan tersangka sedang dicari. (mtc/rompas)