MATATELINGA, Asahan: Kekompakan mantan karyawan PT.Fairco Bumi Lestari patut diapresiasi, pasalnya meskipun selama tiga hari tiga malam berjaga di depan pintu gerbang perusahaan tersebut untuk menghadang tiga unit truck trado yang akan membawa keluar asset perusahaan, akhirnya berhasil , Kamis (4/6/2020) sekira pukul 19.00 wib.Keterangan Amran Sinaga (52) warga desa Mekar Sari kecamatan Buntu Pane Asahsn yang juga merupakan mantan karyawan PT.Fairco Bumi Lestari yang dirumahkan tanpa di beri upah maupun pesangon kepada Matatelinga.com, Kamis (4/6/2020) mengatakan sebanyak 126 orang korban PHK tanpa pesangon merupakan karyawan PT.Fairco.Sudah selama tiga hari tiga malam berjaga di depan pintu gerbang perusahaan tersebut, guna untuk menjaga upaya oknum managemen perusahaan tersebut yang berusaha mengeluarkan asset perusahaan berupa karet sintetis yang telah dikemas dalam peti palet, ujarnya.Lebih lanjut Amran Sinaga yang didampingi Sawal serta puluhan warga masyarakat korban PHK tersebut juga mengatakan selama tiga hari tiga malam kami berjaga didepan pintu gerbang ini, untuk memenuhi kosumsi makan minum kami didapat dari bantuan warga desa Mekar Sari dengan menyumbangkan makanan berupa nasi ummat.Upaya yang kami lakukan akhirnya membuahkan hasil, tiga unit truck trado yang telah memuat sebanyak kurang lebih seratus peti pallet berisikan ratusan bal karet sintetis yang hendak dikeluarkan dari pabrik tersebut kembali diturunkan dan tiga unit truck trado tersebut balik kanan tanpa muatan.[br]Alasan kami melakukan hal ini tidak lain kami hanya menuntut hak hak kami sebagai karyawan perusahaan tersebut. Kami dirumahkan tanpa mendapatkan pesangon serupiahpun dari perusahaan, dan perkara ini juga telah memasuki proses persidangan di Medan.Kami sangat bangga dengan warga masyarakat di desa Mekar Sari kecamatan Buntu Pane yang begitu peduli dengan perjuangan kami ini, meskipun Kepala Desa kami maupun Camat Buntu Pane tidak membantu kami dalam hal ini.Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolsek Prapat Janji Iptu JT.Siregar yang juga telah turut menjaga kami selama kami melskukan aksi di depan gerbang perusahaan tersebut hingga tiga unit truck trado tersebut keluar dari pabrik tanpa muatan, ungkapnya (ben).