MATATELINGA, Belawan: Anwar Effendi (62), seorang buruh bangunan pengerjaan Masjid Agung ini harus merelakan 2 jari tangan kirinya yang putus akibat digilas rantai katrol saat bekerja.Menurut keterangan warga Jalan Celeduk Kelurahan Belawan ll Kecamatan Medan Belawan ini, kejadian yang dialaminya itu terjadi pada tanggal 22 mei 2020 yang lalu.Saat itu korban sedang bekerja naikkan semen ke atas lantai 6 Masjid Agung. Saat itu rantai kantrol tersebut macet, kemudian korban berusaha memperbaikinya tapi secara mendadak rantai yang diperbaikinya jalan dan menggilas 2 jari tangan kirinya hingga putus.Oleh perusahan pembangunan Masjid Agung, korban dibawa ke Rumah Sakit Mahalayati Medan."Tapi dirumah sakit tersebut, saya hanya disuntik dan jari yang putus tersebut hanya dijahit saja kemudian disuruh pulang dan hanya diberi uang Rp 300 ribu,"ungkapnya lirih.Dua hari kemudian jarinya yang putus tersebut bengkak dan korban sempat demam tinggi. Oleh keluarganya korban dibawa berobat ke Rumah Sakit di Medan. Setelah korban membaik kemudian mendatangi perusahan di tempatnya berkerja tapi tidak ada respon dari pimpinan perusahan maupun dari mandornya."Malahan waktu itu mandor berkata,jika kau mengadu ke Polisi silahkan saja, kami juga punya Polisi yang melindungi kami,"ujar korban menirukan kata mandor tersebut. Untuk itu korban berharap kepada Gubenur Propinsi Sumatera Utara dan Depnaker Sumut untuk membantu korban yang kedua jari tangannya putus sehingga korban menjadi cacat tetap seumur hidupnya "Saya berharap bantuan Pemprovsu,"pintanya.