Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Lapor ..!!! BBM Langka di Palas, Mafia ada di SPBU14227309 dan 14227349

Lapor ..!!! BBM Langka di Palas, Mafia ada di SPBU14227309 dan 14227349

Redaksi - Senin, 04 November 2024 16:34 WIB
Matatelinga.com
SPBU Nomor 14227309 di Jalan Lintas Sibuhuan-Sosa, melambangkan plank pengumuman BBM habis.

MATATELINGA, Medan ::Ini informasi penting untuk Dirut Pertamina yang baru, Simon Aloysius Mantiri. Di Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumut, sudah hampir delapan bulan masyarakat kesulitan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yakni solar dan Pertalite.

"Kami menerima laporan warga Sibuhuan, Kabupaten Palas, Sumut kelangkaan BBM di SPBU," jelas Direktut MATA Pelayanan Publik, Abyadi Siregar, Senin (4/11/2024).

Di Kota Sibuhuan, ibukota Kabupaten Palas sendiri misalnya, ada dua SPBU, yakni SPBU Nomor 14227309 dan SPBU Nomor 14227349. Di dua SPBU itu, hampir setiap hari BBM langka.

[br]

"Setiap siang hari, pasti sudah terpasang plank pengumuman bahwa "SOLAR HABIS" atau "PERTALITE HABIS". BBM baru tersedia dijual pada malam hari. Dan, pada malam seperti itu, yang antri membeli BBM adalah mobil pickup yang membawa jirigen," jelas Abyadi Siregar.

Salah seorang warga Sibuhuan, Ahmad Rizki Hasibuan, membenarkan bahwa yang antri membeli BBM di SPBU setiap malam adalah mobil-mobil pickup yang membawa banyak jirigen untuk diisi BBM. "Sudah delapan bulan kondisi seperti ini kami rasakan," kata Rizki.

Dalam situasi seperti ini, akhirnya masyarakat terpaksa membeli BBM secara ketengan di pinggir jalan. "Harga minyak ketengan ini sangat mahal. Mulai dari Rp 13.000/liter hingga Rp 15.000 per liter. Harga ini tentu sangat terlalu mahal bagi kami masyarakat," kata Rizki.

[br]

Abyadi Siregar yang merupakan mantan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut dua periode itu menduga, kelangkaan BBM di SPBU di Kabupaten Palas tersebut, terjadi akibat permainan curang. Dan, Abyadi curiga permainan itu juga melibatkan oknum-oknum di Pertamina Regional-1.

"Kalau tidak melibatkan oknum-oknum Pertamina Regional-1, mana mungkin kondisi seperti itu terjadi hampir 8 bulan. Masa sih tidak ada monitoring pengawasan?," tegas Abyadi.

Karena itu, Abyadi Siregar berharap agar kasus kelangkaan BBM ini segera menjadi perhatian Dirut Pertamina. Sebab, dampaknya telah meresahkan masyarakat.

"Saya menduga, kasus seperti ini juga terjadi di beberapa Kabupaten kota di Sumut. Karena pengisian BBM ke jirigen-jirigen dalam jumlah banyak, juga sering terlihat di kawasan Kabukatem Tapanuli Utara (Taput)," kata Abyadi.*

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita

Rumah Singgah YBM PLN Ringankan Langkah Safrida Jalani Pengobatan di Medan

Berita

Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah Negara Kalah...?

Berita

Padang Lawas Darurat Narkoba, jangka Waktu 4 bulan 46 Orang Bandar/dan Penjual Ditangkap

Berita

Menagih Keadilan dan Integritas APH Dalam Penanganan Kasus Narkotika

Berita

Pura-Pura Berburu”, Polsek Babalan Ungkap Kasus Curanmor, Enam Unit Kendaraan Berhasil Diamankan

Berita

Tangani Kasus Viral Secara Humanis, Polres Langkat Raih Penghargaan Komnas PA