MATATELINGA, Pergerakan wisatawan Nusantara meningkat signifikan pada periode liburan sekolah dibanding bulan reguler. Ini memperkuat fakta bahwa kalender liburan menjadi penentu utama siklus belanja konsumen, sekaligus momentum strategis bagi pelaku bisnis untuk memacu pertumbuhan bahkan di tengah tantangan ekonomi yang berfluktuasi.
"Tiket.com mencatat lonjakan transaksi hingga 54 persen dibandingkan periode pertengahan 2024. Selama liburan sekolah, pemesanan penerangan naik 38 persen, akomodasi melonjak 79 persen dan kategori things to do (TTD) tumbuh 45 persen," kata Gaery Undarsa Co-Founder & CMO tiket.com saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/7).
Ia mengatakan permintaan perjalanan domestik tetap kuat meski harga meningkat, dengan preferensi pada perjalanan jarak menengah dan pendek untuk destinasi internasional.
Kenaikan harga tiket pesawat domestik juga memicu subtitution effect yaitu lonjakan permintaan jalur darat.
Baca Juga: Bobby Nasution Sebut Penyelenggaraan Event Picu Pertumbuhan Ekonomi Sumut Sementara itu SweetEscape, layanan fotografi global yang menghubungkan klien dengan ribuan fotografer di lebih dari 500 kota di 5 benua, mencatat peningkatan inquiries dan bookings hingga 35% selama liburan sekolah.
"Permintaan dokumentasi liburan keluarga melonjak, terutama di destinasi - destinasi populer dari seluruh dunia. Nilai utama yang ditawarkan tetap pada pengalaman premium namun tetap mudah diakses, sehingga layanan dokumentasi profesional dapat dinikmati berbagai segmen," kata David Soong CEO SweetEscape.
Sedangkan dari sisi hiburan dan budaya, untuk Indonesia Kaya merupakan inisiatif budaya yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dengan misi memperkenalkan, melestarikan, dan menghidupkan kembali kekayaan budaya serta seni pertunjukan Indonesia melalui pendekatan modern dan interaktif.