MATATELINGA,Pematangsiantar:Metro Bodyart Hutagaol SH, anggota komisi II DPRD Pematangsiantar menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) II Siantar Barat-Siantar Utara, di Jalan Tangki, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, Rabu (15/10/2025).
Penyerapan aspirasi masyarakat pada reses ke II DPRD kota Pematangsiantar tahun 2025 itu, sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan yang mereka alami melalui dialog langsung kepada
Metro Bodyart Hutagaol yang diusung Partai Demokrat.
Salahsstu masyarakat Merlina Butar-butar menyampaikan keluhan terkait bagi penerima bansos program keluarga harapan (PKH) tidak bisa melakukan pinjaman ke pihak bank melalui kredit usaha rakyat (KUR).
Baca Juga: Wali Kota Wesly Dengar Pemandangan Umum 7 Fraksi DPRD Pematangsiantar Dijelaskan Merlina, hal itu disampaikan salahsatu pendamping terhadap para penerima PKH di kelurahan Naga Pita. Dia sebagai masyarakat ingin melakukan pengembangan ekonomi melalui usaha lokal UMKM.
Sedang masyarakat lain Melda Lingga mengeluhkan truk bak sampah yang turun dalam sekali seminggu. Akibatnya, banyak sampah tampak berserakan dipinggir dan badan jalan yang dapat menimbulkan banyak penyakit.
Apabila hujan turun lanjut Merli, sampah itu terbawa air dan ke masuk ke saluran drainase. Ia juga meminta agar saluran drainase diperlebar. Sebab ketika hujan turun, air meluap ke permukaan badan jalan dan memasuki pekarangan rumah.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD komisi II DPRD Pematangsiantar, Metro Bodyart Hutagaol SH menyampaikan akan melakukan upaya dan kordinasi dengan pihak terkait di Pemko Pematangsiantar.
Baca Juga: Sambut HUT RI ke80, Wali Kota dan DPRD Pematangsiantar Mendengar Pidato Presiden Prabowo Subianto Metro menjelaskan, terkait keluhan masyarakat penerima PKH yang tidak dapat melakukan pinjaman KUR oleh penyampaian dari pendampingan PKH, bahwa hal itu sudah keliru.
Namun, selaku DPRD pihaknya akan berkoodinasi ke dinas sosial (Dinsos) adanya pendamping PKH menyatakan, bahwa masyarakat penerima PKH tidak dapat melakukan pinjaman melalui KUR.
"Masa pendamping bisa bilang penerima PKH tidak bisa melakukan pinjaman KUR. Gak nyambung, "sebut Metro sambil tersenyum.
Masih Metro Bodyart Hutagaol, terkait penanganan sampah dan truk sampah jarang turun, pihak juga akan koordinasi dengan pihak DLH. Ia juga menyarankan kepada masyarakat agar saling menjaga kebersihan.
Baca Juga: Wesly Silalahi Hadiri Penutupan Paripurna VII DPRD Pematangsiantar Sementara itu, Camat Siantar martoba, Rilan S Nasution SSTP mengatakan, pihaknya menindaklanjuti dan akan melakukan diskusi dengan pihak dinas lingkungan hidup (DLH).
Rilan Nasution menjelaskan, sebelumnya pihak Kecamatan Siantar Martoba telah berdiskusi dengan pihak DLH. Namun, karena keterbatasan mobil truk sampah, pihak DLH akan melakukan penjadwalan ulang.
Oleh karena itu, Rilan berharap kepada semua masyarakat di kecamatan Siantar martoba bersama-sama dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.(sip)
Baca Juga: Wesly Rapat Paripurna IV DPRD Pematangsiantar Tahun Dinas 2025 Pertanggungjawaban APBD TA 2024.