MATATELINGA, Medan: Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Medan, BN dilaporkan ke polisi oleh masyarakat di Desa Berastepu, Karo. BN dilaporkan terkait dugaan penipuan ratusan juta rupiah biaya pengurusan surat tanah wakaf untuk masyarakat pengungsi bencana Sinabung.Kuasa hukum masyarakat Desa Berastepu, Zulkhairi Pahlawan SH, saat ditemui di Medan, Selasa (18/6/2019), mengatakan bahwa BN sudah dilaporkan oleh Kepala Desa Berastepu ke Polres Karo dengan sangkaan pidana penipuan pada 3 Juni 2019 dengan nomor laporan STLP/332/VI/2019/SU/RES T. KARO.Zulkhairi menjelaskan, kasus ini bermula ketika ada seorang pengusaha muslim yang melalui PT. Bibit Unggul Karo Biotik ingin mewakafkan tanahnya seluas 3 hektare untuk di wakafkan ke para pengungsi korban bencana Gunung Sinabung, dan dia lah yang dipercayakan untuk mengurus surat sertifikat Badan Pertanahan Nasional (BPN).Katanya, dalam perjalanannya ternyata dia mengutip ratusan juta dana pengungsi melalui Kepala Desa Berastepu untuk biaya pengurusan sertifikat tanah. Menurutnya, dana pengungsi yang terkumpul sudah mencapai 180 juta dan dibayarkan ke BN secara bertahap, padahal menurut informasi si pewakaf tersebut, dana surat menyurat lainnya sudah diberikan perusahaan ke BN. " Sampai sekarang belum jelas sudah sejauh mana perkembangan pengurusan surat tanah yang diurus ia tersebut dan yang bersangkutan juga sudah tidak kooperatif lagi saat dihubungi masyarakat," katanya.Zulkhairi mengatakan, kasus ini sendiri sudah pada tahap penyidikan di Polres T. Karo, dan sudah ada satu orang yang diamankan polisiSementara itu, Kepala Desa Berastepu, Gemuk Sitepu, dan para pengungsi korban bencana merasa sudah ditipu oleh Burhanuddin. Katanya, BN selalu meminta uang ratusan juta ke pengungsi untuk mengurus surat tanah, namun sampai sekarang surat itu tidak jelas. "Minta uang terus, tapi suratnya tidak jelas. Kasihan para pengungsi, mereka sudah kena bencana, tapi di tipu pula lagi," tegasnya.Gemuk Sitepu berharap agar Polisi segera mencari dia untuk diproses atas perbuatannya dan pembuktian bahwa tidak ada yang kebal hukum. Katanya, BN ini di Karo selalu mengaku ngaku orangnya K.H. Ma'ruf Amin, dan dia juga orang NU.Yang bersangkutan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telpon tidak merespon panggilan saat dihubungi.