MATATELINGA, Lisbon: Sebagaimana diketahui, Kanada bukanlah negara yang memiliki kultur kuat dalam sepakbola. Jika dibandingkan dengan Meksiko, Brasil, Argentina, atau Uruguay, tentunya Kanada bukanlah nama yang sebanding.Kendati begitu, Davies nyatanya mampu membuktikan bahwa dirinya memiliki talenta yang luar biasa meski berkebangsaan Kanada. Davies sendiri sebenarnya bukanlah keturunan Kanada asli. Keluarga Davies merupakan imigran dari Liberia.Karena penolakan tersebut, Davies pun pada akhirnya merapat ke Bayern dan membuat namanya kini diperhitungkan oleh klub-klub besar dunia. Kala itu Bayern menebus Davies dengan harga 10 juta euro dari Vancouver Whitecaps.Davies pasalnya tidak hanya sukses menghentikan pergerakan kapten Barcelona, Lionel Messi, namun ia juga menunjukkan kemampuannya mampu berlari dengan sangat cepat dan memberikan umpan akurat. Tak ayal, bek 19 tahun itu pun memperoleh banyak pujian.Davies sejatinya memang sudah menjadi pembicaraan di sepanjang musim kompetisi 2019-2020 karena kemampuannya itu. Apalagi ia berhasil terpilih mengisi posisi starting XI Die Roten dengan menyingkirkan Lucas Hernandez yang ditebus Bayern seharga 80 juta euro dari Atletico Madrid.Menurut penjelasan Tapia yang ia sampaikan melalui Twitter pribadinya, alasan Bartomeu menolak Davies adalah karena si pemain berkebangsaan Kanada. Bartomeu nampaknya tidak yakin bahwa ada orang Kanada yang jago bermain sepakbola.Barcelona baru saja tersingkir dari ajang Liga Champions 2019-2020 setelah digilas Bayern Munich dengan skor telak 2-8. Adapun salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam pertandingan tersebut adalah bek kiri Bayern, Alphonso Davies, dikutip dari laman Okezone.