Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kenapa di Man City, Langkah Guardiola Selalu Terhenti di babak Perempatfinal

Kenapa di Man City, Langkah Guardiola Selalu Terhenti di babak Perempatfinal

Admin - Selasa, 13 Oktober 2020 06:00 WIB
Hand Over
pep Guardiola 
MATATELINGA, Munich: “Tiki-taka hanya jalan jika Anda memiliki pemain dengan teknik superior ketimbang lawan yang Anda hadapi. Bagi para penonton, taktik mempertahankan bola seperti itu terasa membosankan dan tidak diperlukan."

"Menurut saya, Guardiola terlalu sering tersesat saat mencoba memenangkan pertandingan. Taktiknya sering berujung pada keputusan yang keliru sehingga mencegahnya meraih kesuksesan,” tuntas pria berkebangsaan Jerman tersebut.

Mantan pelatih Bayern Munich, Felix Magath, tidak kaget Pep Guardiola gagal mengulangi kesuksesannya merajai kompetisi Eropa seperti pada saat membesut Barcelona, kala melatih Manchester City. Sebab Magath menilai kesuksesa Guardiola di Barca lantaran terbantu adanya sosok Lionel Messi.

Sebagaimana diketahui, nama Guardiola sebagai pelatih papan atas dunia memang mencuat kala membawa Barca menjadi tim yang disegani. Ya, bersama Barca, Guardiola sukses mempersembahkan 14 gelar, yang mana dua diantaranya adalah gelar Liga Champions.

Akan tetapi semenjak meninggalkan Barca pada musim panas 2013, Guardiola tidak pernah lagi membawa tim asuhannya menjuarai Liga Champions. Prestasi terbaiknya adalah tiga kali mencapai babak semifinal Liga Champions bersama Bayern.

Sementara bersama Man City, langkah Guardiola selalu terhenti di babak perempatfinal. Situasi tersebut pun bahkan sempat membuat masa depan Guardiola bersama Man City dispekulasikan bakal segera berakhir.

Magath pun lantas memberikan komentar soal kegagalan demi kegagalan Guardiola meraih trofi Liga Champions dalam beberapa musim terakhir. Magath pun mengaku tidak terkejut dengan apa yang dialami Guardiola di Bayern ataupun bersama Man City.

Pasalnya, keberhasilan Guardiola memberikan dua gelar Liga Champions untuk Barca karena terbantu oleh adanya sosok Messi. Tanpa Messi, Guardiola hanya seorang pelatih yang acap kali membuat keputusan strategi yang salah.

“Mereka (Barca) bisa menjadi juara di Liga Champions sebanyak dua kali karena Messi, bukan Guardiola. Tanpa Messi, sistem yang dianut Guardiola selama ini tidak akan pernah sukses,” jelas Magath, seperti disadur dari ESPN FC, Selasa (13/10/2020).

“Jika tidak, Guardiola seharusnya sudah jauh-jauh hari berhasil menjuarai Liga Champions pada saat bersama Bayern atau kini di Manchester City. Namun faktanya Anda bisa melihat sendiri seperti apa,” sambungnya.

Editor
:
Sumber
: Okz

Tag:

Berita Terkait

Bola

Anis Hadj Moussa Mengantarkan Aljazair Menang

Bola

Liverpool Resmi Mengumumkan Kepergian Ibrahima Konate

Bola

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Bola

Stadion Teladan Berpotensi Gelar Laga Piala AFF U-19 2026 Tanpa Penonton

Bola

Vinicius : Saya Tidak Pernah Membayangkan diri Saya Berada di luar Real Madrid

Bola

Sempat Diterlantarkan, Wali Kota Sibolga Revitalisasi Stadion Horas: Ini Janji Kampanye Kami