MATATELINGA, London: Meski di sepanjang musim kompetisi 2020-2021 Werner sudah mencetak delapan gol untuk The Blues, namun dalam 11 pertandingan terakhir penyerang berpaspor Jerman itu mengalami paceklik.
Penyerang Chelsea, Timo Werner, saat ini sedang mengalami masa-masa sulit.
Menurut mantan penyerang Chelsea, Tony Cascarino, hal ini terjadi karena Werner memiliki baban berat di pundaknya untuk menjadi mesin gol The Blues. Itulah mengapa Werner menjadi kesulitan untuk bisa mengeluarkan seluruh potensi terbaiknya.
Cascarino sendiri tidak memungkiri bahwa Werner adalah penyerang bagus dan memiliki kecepatan. Akan tetapi, ia merasa Werner akan menjadi lebih baik ketika bermain bersama seorang penyerang besar di sampingnya untuk membantu meringankan beban.
“Ini sulit, karena saya telah sering meilhat Werner dan ketika dia di RB Leipzig, dia bermain bersama (Yussuf) Poulsen yang merupakan penyerang tengah yang besar, dan dia (Werner) bermain di sisi kiri dan berkembang pesat,” ujar Cascarino, dinukil dari Goal, Jumat (1/1/2021).
Cascarino memandang kasus yang dialami oleh Werner ini sama dengan yang menimpa Michael Owen. Menurutnya, Owen bisa tampil bagus ketika bermain bersama Emile Heskey. Sedangkan saat dipasangkan dengan pemain lain atau berjuang sendiri di depan, performanya jadi tak maksimal.
"Ini seperti Michael Owen. Michael Owen tanpa Emile Heskey tidak akan pernah menjadi pemain yang sama. Michael sangat cepat, tetapi tidak memiliki sentuhan terbaik, tapi dia selalu melepaskan gol ketika dia memiliki pemain besar di sampingnya untuk menghilangkan tekanan darinya,” jelas Cascarino.
"Bagi saya, Werner persis sama seperti itu. Dia sangat cepat, sentuhannya tidak luar biasa, dia secara teknis tidak buruk tapi tidak hebat. Dia tidak bisa bermain sebagai penyerang tengah sendiri," sambungnya.
"Dia tidak bisa, karena dia tidak bisa memimpin atau membawa pemain lain untuk bermain. Dia harus bermain di sisi kiri seseorang," sebutnya.
Persoalannya sekarang, jika Werner harus bermain di sebelah kiri, maka ia akan berebut tempat dengan Christian Pulisic. Padahal, Chelsea pada awalnya merekrut Werner untuk menjadi penyerang tengah.