MATATELINGA : Hal mengejutkan terjadi pada hari Jum'at waktu setempat, klub raksasa Jerman, BayernMunchen, secara resmi mengakhiri masa kepelatihan Julian Nagelsmann selama 20 bulan dan dengan lugas langsung menunjuk Thomas Tuchel sebagai penggantinya.Akan hal tersebut, bek Bayern Munchen, Matthijs De Ligt, terkejut dengan keputusan klub untuk berpisah dengan pelatih kepala Julian Nagelsmann dan mengatakan bahwa hal itu sulit untuk dipercaya.Dalam satu-satunya musim penuhnya di Allianz Arena Nagelsmann memenangkan Bundesliga, namun Bayern tertinggal satu poin di belakang Borussia Dortmund dengan 25 pertandingan yang telah dimainkan.
Baca Juga:Bekuk Spanyol, Skotlandia Buat Kejutan Di Kualifikasi Euro 2024Pada hari Sabtu (01/04/2023) malam Wib, Die Roten akan menghadapi pemuncak klasemen Dortmund dalam sebuah pertandingan besar. Sementara, mereka juga masih memiliki pertandingan DFB-Pokal dan perempat final Liga Champions yang harus dimainkan pada bulan April.Menurut sebuah laporan di media Jerman, beberapa pemain Bayern berbalik menentang Nagelsmann dan secara efektif memaksanya keluar dari Allianz Arena.Namun De Ligt, yang telah bermain 31 kali sejak tiba di Bayern dari Juventus pada awal musim, membantah anggapan tersebut."Oh, media Jerman. Itu sudah menjelaskan semuanya," katanya. "Saya memiliki hubungan yang baik dengannya dan timnya.""Saya mengiriminya pesan dan berterima kasih atas semua yang dia ajarkan kepada saya," tambahnya.Namun, De Ligt tak memungkiri bahwa Nagelsmann merupakan orang yang membuatnya keluar dari masa-masa sulit di Jerman. Bek berusia 23 tahun sempat tak mendapatkan tempat di awal kariernya di Bayern."Dia sangat menginginkan saya di sini di klub dan sangat penting bagi saya. Berkat dia, saya telah mengambil langkah penting dalam perkembangan saya selama beberapa bulan terakhir," katanya.[br]Dan dengan klub yang masih dalam perburuan treble, De Ligt [yang sedang menjalani tugas internasional bersama timnas Belanda] tidak menyangka pemecatan Nagelsmann akan terjadi."Saya terkejut. Kami berada di posisi kedua di liga dan di perempat final Liga Champions. Kami masih bermain untuk segalanya," ucapnya, seperti dikutip dari Bola.net, Kamis (30/03/2023)."Mereka yang bertanggung jawab memutuskan siapa pelatihnya, tetapi itu adalah keputusan sulit yang sulit untuk ditelan. Namun saya juga yakin bahwa Tuchel adalah pelatih yang cocok untuk kami."