MATATELINGA:Ada yang mulai gerah sama sistem sepak bola dunia, khususnya soal kekuasaan FIFA yang dianggap terlalu besar. Sebuah gerakan bernama Justice for Players (JfP) pun muncul buat menggugat dominasi itu. Di balik gerakan ini ada nama-nama penting, salah satunya Franco Baldini, mantan asisten pelatih timnas Inggris di era Fabio Capello.
Baldini, yang juga pernah jadi pemain dan agen, ngomong blak-blakan soal pengalamannya melihat langsung gimana kuatnya kendali FIFA atas para pemain.
"Sebagai orang yang udah merasakan berbagai sisi dunia sepak bola, aku tahu persis seberapa besarnya kekuasaan FIFA. Kadang keterlaluan."
"Makanya saya bergabung di Justice for Players. Kita mau ngedorong perubahan supaya sistem sepak bola bisa lebih adil dan terbuka," kata Baldini mengutip dari dailymail, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga: Chelsea Menghajar Paris Saint-Germain Dalam Piala Dunia Antarklub FIFA Menariknya, JfP juga didampingi pengacara top asal Belgia, Jean-Louis Dupont. Dia bukan nama sembarangan. Dupont adalah orang di balik kasus Bosman, perkara yang sukses ngeguncang aturan transfer pemain Eropa di tahun 1995. Gara-gara kasus itu, pemain bisa pindah klub secara gratis setelah kontraknya habis.
Gerakan JfP ini ingin membuka mata publik dan menekan FIFA buat berhenti semena-mena terhadap pemain. Selama ini, aturan-aturan yang dibuat FIFA sering membuat pemain seolah cuma menjadi aset bisnis, bukan manusia yang punya hak.