MATATELINGA, Medan: Dendam kesumat menghantui PSMS Medan. Laga hidup laga dilakoni anak asuh Djanur ini di Stadion Teladan, Selasa (03/10/2017) sore. PSMS Medan akan menjamu Persibat Batang. Tim ini mengalahkan PSMS 1-0 di markas mereka pada Jumat (29/9/2017) lalu. Kemenangan itu cukup kontroversi. Pasalnya wasit memberikan hadiah penalti pada persibat batang di menit 87.Selain target balas dendam, PSMS wajib menang pada laga hari ini. Jika kalah, peluang PSMS lolos ke babak selanjutnya bakal tertutup. Jika seri pun demikian. PSMS saat ini baru meraih 1 poin dari 3 pertandingan Babak 16 Besar Liga 2. Sedangkan Persibat dan PSIS Semarang sama-sama mengoleksi 7 poin.Untuk membalas kekalahan terebut, Pelatih Kepala PSMS Djajang Nurdjaman akan memainkan gaya permainan asli tim kesayangan anak Medan, yakni gaya "rap-rap". "Empat hari sudah cukup untuk anak-anak, apapun cerita tiga pertandingan yang tersisa harus disapu bersih. Lawan Persibat gaya menyerang rap-rap akan kita coba terapkan," katanya. Djanur sapaan pelatih bertubuh mungil ini tak ingin memusingkan pemain dengan target banyak gol yang harus diciptakan. Ia hanya ingin PSMS meraih poin penuh. "Yang pasti kita menang dulu, 3 poin yang paling penting ketimbang menargetkan cari gol yang banyak," tuturnya.Di saat bersamaan, Asisten Pelatih Persibat Batang Abdul Muin menerangkan target kedatangan mereka di Teladan fokus mencuri poin. "Target kami tidak muluk-muluk di PSMS, bisa mencuri satu poin sudah sangat bagus," terangnya. Pasalnya, poin 1 saja sudah jalan Persibat lolos ke babak 8 besar liga 2 makin terbuka.Pria berkaos kemeja hitam ini akui kualitas pemain PSMS Medan berada di atas level anak asuhnya. Ia mengakui kedatangan I Gede dan Elthon menjadi tumpuan yang diwaspadai tim berjuluk Laskar Alas Roban ini. "Masalah kualitas tim, kita akui PSMS ada diatas kita. Tim ini punya pengalaman di liga 1. Kami masih baru tahun ini di liga 2. Kedua sayap punya kontribusi besar selain, I Gede. Kami akan minimalisir ini," jelas Abdul. (trb/net)