MATATELINGA, Paris: Gelandang Real Madrid, Luka Modric, senang bukan main usai terpilih sebagai peraih trofi Ballon dOr 2018. Bahkan, gelandang 33 tahun itu menilai, keberhasilannya menghentikan dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di perebutan trofi Ballon dOr dalam 10 tahun terakhir merupakan kemenangan bagi dunia sepakbola.Sebelumnya, dalam kurun 2008-2017, trofi Ballon dOr bergantian direbut Ronaldo dan Messi. Ronaldo mendapatkannya pada 2008, 2013, 2014, 2016 dan 2017. Sementara itu, Messi meraihnya pada 2009, 2010, 2011, 2012 dan 2015.Padahal dalam kurun waktu tersebut, ada beberapa pesepakbola yang tidak kalah hebat dari Ronaldo dan Messi. Ambil contoh Wesley Sneijder pada 2010. Saat itu, Sneijder mengantarkan Inter Milan menyabet treble winner, plus membawa Belanda lolos hingga final Piala Dunia 2010.Akan tetapi, jangankan merebut trofi berbentuk bola emas tersebut, masuk tiga besar nominasi pun Sneijder gagal. Begitu juga dengan Andres Iniesta. Pada 2012, Iniesta berperan besar saat membawa Timnas Spanyol keluar sebagai juara Piala Eropa. Namun, Iniesta harus puas berada di posisi tiga di bawah La Pulga –julukan Messi– dan Ronaldo. "Mungkin di masa lalu, ada beberapa pemain yang layak meraih trofi Ballon dOr seperti Xavi, Andres Inieta dan Wesley Sneijder, namun tidak terjadi. Pada akhirnya, orang-orang (panelis) memirkan sesuatu yang lain. Saya pikir ini (trofi Ballon dOr yang diraihnya) merupakan kemenangan bagi sepakbola," kata Modric mengutip dari Sportskeeda, Selasa (4/12/2018). Modric meraih trofi Ballon dOr 2018 setelah mengumpulkan poin tertinggi yakni 753 angka. Eks pemain Tottenham Hotspur itu mengungguli Cristiano Ronaldo (478) dan Antoine Griezmann (414) di posisi dua serta tiga. (Mtc/Okz)