Matatelinga - Firenze, Asa Fiorentina masih terjaga setidaknya hingga paruh pertama karena pertandingan berakhir dengan skor kacamata. Tapi di babak kedua, tepatnya di menit 70, sebuah gol cantik dari Andrea Pirlo,membuyarkan ambisi mereka. Fiorentina harus mengubur impiannya dalam-dalam untuk menjadi juara Eropa di level Europa League pascadikalahkan Juventus di fase perdelapanfinal dengan agregat 2-1, Jumat dini hari. Hasil ini mendatangkan kekecewaan yang teramat dalam bagi salah satu punggawa La Viola, Alberto Aquilani. “Ada kepahitan dan kekecewaan yang saya rasakan. Ini memalukan, karena kami terus menyulitkan tim besar seperti Juve. Kami membuat mereka menderita, tapi hasilnya berbicara dengan jelas,” kata Aquilani, dikutip Sky Sports Italia, Jumat (21/3/2014). “Kami bermain dengan sistem yang tidak biasa bagi kami, dan saya diminta untuk mengorbankan permainan saya untuk memblokir pergerakan Paul Pogba,” tutur eks pemain Liverpool ini. Terlepas dari hasil minor ini, Aquilani tetap berbangga karena setidaknya, bisa melaju hingga babak perdelapanfinal, adalah sesuatu yang bagus sehingga bisa pulang dengan kepala tegak. “Kami menciptakan tiga atau empat peluang mencetak gol dan bisa saja memimpin. Di balik kepahitan, ada kebanggaan dan kami bisa meninggalkan lapangan dengan kepala tegak,” tuntas Aquilani.(Okz/Mt-01)