Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
KPPU Monitor Harga Ayam Broiler

KPPU Monitor Harga Ayam Broiler

- Senin, 08 Juni 2020 17:15 WIB
mtc/net
MATATELINGA, Medan: Harga ayam broiler di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan masih tinggi. Padahal harga ayam potong ayam ini sempat turun namun saat ini bertahan mahal.  

Untuk itu, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah I mengingatkan pada pelaku usaha terutama dibidang sektor ayam agar tidak melakukan praktek yang tidak sehat di tengah tingginya harga ayam potong saat ini. 

"Kita tahu kemarin itu sempat turun harga ayam ini. Nah, jangan karena alasan yang tidak sesuai dan karena persaingan usaha mereka menaikkan harga. 

Jadi, saya ingatkan para pelaku usaha ini jangan sampai melakukan praktek-praktek persaingan usaha yang tidak sehat atau melakukan kesepakatan untuk menaikan harga," kata Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ramli Simanjuntak pada wartawan Senin (8/6/2020).

KPPU, sambung Ramli akan memonitor terus pergerakan harga ayam tersebut. Bahkan KPPU juga telah mempersiapkan data-data. "Nah, informasi yang kami terima anak ayam yang mau dibesarkan atau diternakkan ini katanya ada kenaikan harga yang cukup signifikan dari Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu. 

Sehingga membuat harga ayam potong ini sampai Rp 40 ribu lebih. Maka saat ini masih kita kumpulkan lagi apa penyebab naiknya harga tersebut," terangnya.

Terpisah, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Tradisional Petisah bernama Enni Sulastri mengaku ayam potong terus bertahan mahal sejak lebaran. Diungkapkan Enni naiknya harga ayam ini karena pasokan yang kurang. "Harga hari ini Rp 44 ribu per kg dan sempat kemarin menyentuh Rp 46 ribu per kg. 

Terpaksa stok diturunkan, karena daya beli kurang. Padahal Lebaran itu dan mahal. Tapi gak semahal saat ini. Udah seminggu harga diatas Rp 40 ribu, bukan tambah turun malah tambah naik ini," ungkapnya.

Karena mahalnya harga ayam ini, Enni mengatakan Ia tidak berani membeli ayam dalam jumlah banyak. Meski stok tiap hari masuk namun jumlah ayam Ia kurangi. Gak berani ambil stok banyak. Apalagi langganan kami seperti para UKM ini belum ada yang buka pembeli pun sepi.

[br]

Kalaupun langganan kami seperti pemilik rumah makan membeli ayam tidak seperti biasanya jumlahnya dikirangi karena mereka juga sepi pembeli," bebernya.

Menurut Enni, kenaikan harga ayam ini terjadi setiap tahun. Seperti saat ini yang tidak bisa elakkan. Apalagi sebelumnya sempat anjlok, dan merugi, jadi sekarang malah stok langka dan menipis sehingga harga kembali naik. "Untuk saat ini saya stok 50 kg aja segitulah paling berani. Biasanya sampai ratusan kilo," tukasnya.

Sementara itu, Anna salah satu pengusaha bakso di Jalan STM Ujung mengeluhkan harga ayam yang mahal. Sebab harga ayam mahal harga bakso yang ia jual tidak mungkin untuk dinaikkan. 

"Harga gak bisa kita naikkan sembarangan. Jadi untuk menyiasatinya ukuran bakso yang dikecilkan sedikit,”pungkasnya. (mtc/amel)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Ekonomi

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Ekonomi

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Ekonomi

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Ekonomi

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis

Ekonomi

Bakamla RI Siap Dorong Ekonomi Maritim Indonesia