Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Krisis Geopolitik di Ukraina 5 Perusahaan

Krisis Geopolitik di Ukraina 5 Perusahaan

Admin - Sabtu, 26 April 2014 07:36 WIB
Matatelinga - Jakarta, Sejumlah persahaan pun memfaktorkan krisis Ukraina ke dalam business plan-nya karena merasa ada ancaman dari hal ini ke bisnisnya.Krisis geopolitik yang terjadi di Ukraina membuat kinerja sejumlah perusahaan mengalami penurunan. Apalagi, tensi ketegangan antara Ukraina dan Rusia terus meningkat.  Seperti dilansir dari Marketwatch, Sabtu (26/4/2014), berikut ini lima perusahaan yang terancam krisis Ukraina tersebut. 1. Caterpillar IncDalam keterangan tertulisnya, perusahaan menjelaskan, "Kami terus memantau perkembangan hubungan Rusia dan Ukraina, khususnya jika ketegangan antara dua negara tersebut meningkat, apalagi di tambah dengan sanski perdagangan yang bisa membuat penjualan perseroan menurun." "Situasi politik diperkirakan memang tidak akan berpengaruh ke kinerja Caterpillar secara keseluruhan, kecuali ketengan antara Rusia dan Ukraina semakin meningkat." 2. United Parcel Service"Di Eropa, ekonomi tumbuh sangat pesat. Tapi, jika situasi di Ukraina membuat, ekonomi bisa kembali melambat," kata CEO United Parcel Service, D Scott Davis. 3. Monsanto Co"Sangat sulit memperkirakan apa yang terjadi di sana. Saya tidak pernah memperkirakan ada dampak di sana, saya cuma memanage dampaknya agar tetap bisa tumbuh tahun ini," kata CEO Monsanto, Brett Begemann. 4. Citigroup Inc"Kami tidak berpikir bisa mengabaikan apa yang terjadi di Ukraina dan Rusia. Hal tersebut bisa membuat kondisi pasar semakin memburuk," jelas CEO Citigroup Michael Corbat. 5. Martell Cognac"Penjualan di Rusia meningkat 4 persen pada periode sembilan bulan pada tahun buku yang berakhir Juni, sangat berbeda dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 17 persen. Di Ukraina, situasi politik membuat kinerja penjualan kian melemah," kata CEO Martell Cognac, Pierre Pringuet.(Okz/Mt-01)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Bobby Nasution Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Naik Kelas ke Bursa Efek

Ekonomi

Penguatan IHSG diiringi oleh lonjakan signifikan pada volume transaksi

Ekonomi

Penyedia indeks global MSCI Inc mengumumkan MSCI Equity Indexes August 2026

Ekonomi

Warga Bandar Pulau Bekuk Pengedar Sabu

Ekonomi

Sebanyak 28 Warga China Tewas , Ini Penyebabnya

Ekonomi

RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara