MATATELINGA, Jakarta: Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia akan mengarahkan penyusutan suku bunga deposito maupun fasilitas pinjaman terpangkas. Langkah tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19. Apalagi, Gubernur BI Perry Warjiyo juga menyatakan Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk kembali memangkas suku bunga acuan pada periode mendatang. Untuk waktunya, tergantung pada kondisi global dan memastikan bahwa stabilitas rupiah tetap terjaga. Di sisi lain, produk domestik bruto (PDB) diperkirakan bakal terkontraksi di kuartal II-2020, meskipun perkembangan terakhir menunjukkan bahwa tekanan sudah mulai mereda. Ditambah lagi, ekonomi Tanah Air diprediksi bakal menyusut antara 0,9% - 1,9% di 2020 dan baru akan bertumbuh 5%-6% pada 2021."Rupiah mulai kehilangan nilai terhadap dollar AS dalam beberapa hari perdagangan, karena risiko sedikit turun. Meskipun begitu, rupiah masih bergerak solid," jelasnya.Untuk pekan ini, Sutopo memperkirakan rupiah masih cenderung akan bergerak melemah dengan kisaran resistance Rp 14.250 per dollar AS. Adapun untuk level support diprediksi masih berada di kisaran Rp 14.000 per dollar AS.Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, pelemahan kurs rupiah terhadap dollar AS, sekaligus bentuk respon atas keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuannya ke level 4,25% pada pertengahan Juni 2020. "Ini adalah pemangkasan ketiga kalinya sepanjang 2020, dan membawa tingkat pinjaman ke level terendah sejak 2018," kata Sutopo, dilansir Kontan, Minggu (21/6/2020).