MATATELINGA, Medan: Nasabah diharapkan tidak tergiur dengan bungatinggi yang ditawarkan perbankan. Masyarakat hanya perlu memperhatikan 3 halberikut agar simpanannya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Himbauantersebut disampaikan MuhamadYusron, Sekretaris LPS dalam kegiatan media gathering secara virtual yangdiadakan LPS kepada kalangan jurnalis di Kota Medan, Rabu (22/7/2020).
Muhamad Yusron, menyampaikan bahwa nasabah tidakperlu ragu untuk menabung di bank, karena sudah ada LPS yang menjamin simpananhingga Rp2 miliar per-nasabah per-bank.
“Agarsimpanannya dijamin, kami himbau kepada para nasabah bankuntuk memenuhi syarat-syaratpenjaminan LPS.Syaratnya ialah 3T.
Pertama, tercatat padapembukuan bank.Kedua, tingkat bunga simpanan tidak melebihi bungapenjaminan LPS.Ketigatidak menyebabkan bank menjadi bank gagal (misalnyamemiliki kredit macet)”, ujar Yusron.
Berdasarkandata klaim penjaminan per-Mei 2020, persentase paling besar dari simpananyang tidak layak bayar yakni sebesar 76,98% disebabkan karena bunga simpanan yang diterima nasabahmelebihitingkat bunga penjaminan LPS.
Sebagaiinformasi, jumlah total simpanan atas bank yang dilikuidasi LPS per-Mei 2020 ialah Rp1,95triliun. Dari total simpanan tersebut, terdapat Rp1,59 triliun (81,5%) yangdinyatakan layak bayar dan telah dibayarkan LPS kepada 243.299 nasabahbank.
Dan terdapatRp362,5 miliar (18%) milik 17.226 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakantidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T).
Nasabah diharapkancermat terhadap tawaran cashbackatau pemberian uang tunai.Berdasarkan PeraturanLembagaPenjaminSimpanan (PLPS)Nomor 2/PLPS/2010Pasal 42 ayat 2 menyatakan bahwa pemberian uang dalam rangkapenghimpunan danajugatermasuk komponen perhitungan bunga.
Jika perhitungan cashbackdan bunga yang diberikan melebihi tingkat bunga penjaminan maka simpanan tidakdijamin LPS.
“Sejak 2005 hingga saat ini hanya terdapat 1 bank yangdilikuidasi oleh LPS di Wilayah Sumatera Utara. Hal inimencerminkan bahwa kondisiperbankan di wilayah Sumatera Utara relatifstabil,” pungkas Muhamad Yusron.(mtc/fae)