Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pengamat: Awas! Sumut Bisa Terjebak Inflasi Tinggi
Harga Bawang Merah Turun, Cabai Melambung,

Pengamat: Awas! Sumut Bisa Terjebak Inflasi Tinggi

- Rabu, 22 Juli 2020 21:15 WIB
Mtc/Ist
Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin
MATATELINGA, Medan: Harga bawang merah di berbagai daerah di Sumatera Utara (Sumut) perlahan tapi pasti, trennya terus mengalami penurunan. 

Di tingkat pedagang pengecer khususnya di Kota Medan saat ini harga bawang dijual di kisaran Rp24.000 per kilogram (Kg). Harga ini jauh menurun jika dibandingkan bulan Juni lalu yang sempat mencapai Rp55.000 per Kg. 

Terus menurunnya harga bawang merah ini dipengaruhi oleh membanjirnya pasokan dari daerah-daerah yang menjadi sentra penghasil bawang merah di Sumut, bahkan juga dari Aceh, Sumbar, dan Pulau Jawa.

Namun di balik tren Penurunan harga bawang merah yang sudah terbaca di awal bulan Juni lalu tersebut, pengamat ekonomi Gunawan Benjamin mengingatkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) di Sumut untuk mewaspadai ancaman inflasi tinggi yang berpotensi terjadi.

"Di awal Juni dan Juli, saya sudah menyampaikan kalau petani sebaiknya waspada terkait dengan potensi penurunan harga bawang merah tersebut. Karena dari pantauan kami di lapangan, terdapat tren perubahan tanaman dari tanaman cabai ke tanaman bawang merah di sejumlah petani di wilayah Kabupaten Karo," kata Gunawan Benjamin di Medan, Rabu (22/7/2020).

 

Menurutnya, perubahan tanam tersebut terjadi karena kebutuhan akan bawang di Sumut tidak mampu dipenuhi dengan baik seiring pemberlakuan PSBB [Pembatasan Sosial Berskala Besar] di beberapa provinsi sebelumnya. 

"Namun saat ini stok bawang merah dari wilayah Jawa, Sumbar, maupun Aceh juga membanjiri stok bawang di Sumut. Saya berharap pemerintah bisa ikut serta dalam menjaga stok bawang merah di pasar nantinya. Karena petani perlu dijaga daya belinya saat ini," saran Gunawan.

[br]

Ia juga mengimbau agar petani bisa mengalkulasikan ulang tanamannya, agar jangan sampai stok bawang merah yang melimpah justru memperburuk daya beli petani nantinya.

 

Di sisi lain, harga cabai belakangan ini trennya justru  mulai mengalami kenaikan. Harga cabai merah saat ini dijual di kisaran Rp25.000 per Kg, cabai rawit Rp30.000 hingga 35.000 per Kg. 

"Harga cabai yang sempat bertahan murah di level Rp10.000 hingga Rp16.000 per kg membuat petani enggan merawat tanamannya karena sangat merugikan mereka. Dampaknya stok cabai berkurang di pasar sehingga harga cabai mulai melambung," ungkapnya. 

Kendati Gunawan menikai sejauh ini harga komoditas cabai masih bergerak dalam rentang yang ideal, Pemda di Sumut harus mewaspadai aktivitas masyarakat yang belakangan kembali menggeliat di pasar. Apalagi acara-acara hajatan juga sudah mulai dilakukan oleh masyarakat meskipun dengan jumlah undangan yang terbatas.

 

"Di bulan ini saya melihat cabai akan dominan dalam pembentukan inflasi, meskipun bawang merah dan daging ayam mengalami penurunan. Jangan sampai kita nanti justru merealisasikan inflasi tinggi, di tengah laju pertumbuhan ekonomi yang melambat bahkan minus nantinya. Pemerintah daerah harus hati-hati berhadapan dengan situasi ini," imbaunya.

Ia menegaskan sinyalemen naik atau turunnya suatu komoditas pangan bisa terbaca jauh hari sebelum kejadian. Tetapi jika Pems tidak mengambil sikap dan lalai di tengah situasi sekarang, Sumut bisa saja terjebak dengan inflasi tinggi, daya beli rendah, pertumbuhan negatif, yang menggambarkan buruknya pengelolaan ekonomi daerah nantinya. (gus)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Jadi Responden Sensus Ekonomi, Wesly Ajak ASN dan Pelaku Usaha Beri Data Yang Benar

Ekonomi

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Ekonomi

Bupati Lepas 1.555 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Kejujuran Data Lapangan

Ekonomi

Event Nasional dan Internasional Jadi Motor Ekonomi, Sumut Tetap Tumbuh di Tengah Gejolak Global

Ekonomi

Rusia Mengkaji Pemberlakuan Bebas Visa Untuk Indonesia dan Negara Negara Lain

Ekonomi

PRSU Ke-50 Targetkan 300 Ribu Pengunjung, Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Sumut