MATATELINGA, Jakarta: Pada perdagangan Selasa (18/8) pukul 6.53 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.982,55 per ons troi, turun 0,14% dalam sehari. Harga emas pagi ini turun setelah kemarin melesat lebih dari 2% dalam sehari.
Kemarin, harga emas spot melonjak 2,07% hingga penutupan perdagangan ke US$ 1.985,55 per ons troi dari harga sebelumnya.
Bahkan, harga emas berjangka kontrak pengiriman Desember 2020 di Commodity Exchange melesat 2,51% kemarin.
Harga emas berjangka ini sempat menyentuh US$ 2.000,80 sebelum akhirnya mempersempit kenaikan. Pagi ini, harga emas berjangka turun 0,30% ke US$ 1.992,70 per ons troi.
Lonjakan harga emas yang terjadi kemarin disebabkan oleh pelemahan nilai tukar dolar AS,
Penurunan yield US Treasury serta sentimen positif aksi beli perusahaan tambang emas oleh Berkhshire Hathaway.
Lonjakan di awal pekan ini terjadi setelah harga emas pekan lalu mencapai harga penurunan terbesar sejak Maret. Investor menimbang lagi harga emas yang sudah naik tinggi.
"Penurunan tajam harga yang terjadi pekan lalu menunjukkan sejauh mana minat spekulasi pada logam mulia," kata Daniel Ghali, commodity strategist TD Securities kepada Reuters.
Dia menambahkan bahwa minat Warren Buffett terhadap emas membantu sentimen. Dalam laporan ke otoritas pasar,
Berkshire melaporkan investasi baru 20,9 juta saham di Barrick Gold Corp, salah satu perusahaan tambang terbesar dunia.
Carsten Fritsch, analis Commerzbank memperkirakan bahwa harga emas pekan ini akan melanjutkan konsolidasi pekan lalu setelah ETF beraset dasar emas mencatat penurunan mingguan pertama.
Penurunan ETF ini terjadi setelah kenaikan mingguan dalam 20 pekan berturut-turut.