MATATELINGA, Jakarta: Pada awal perdagangan Kamis (10/9/2020) pukul 09.06 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjatuh ke level terdalam sejak Maret di mana indeks terkoreksi 4,29% ke level 4.930,747.
Tercatat 314 saham turun, 32 saham naik, dan 66 saham stagnan. Total volume perdagangan 1,5 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 1,46 miliar.
Seluruh dari 10 indeks sektoral memerah. Sektor aneka industri paling dalam penurunannya 5,75%. Diikuti industri dasar 5% dan keuangan 4,87%.
Investor asing juga mengambil posisi jual. Di pasar reguler, net sell asing Rp 171,531 miliar dan Rp 169,766 miliar keseluruhan market.
Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang menuturkan IHSG akan berada dalam pertarungan antara faktor positif rebound-nya Dow Jones (DJIA) sebesar +1,60%
Disertai reboundnya beberapa harga komoditas seperti: Coal +2,17%, Oil +2,55%, dan Gold +0,84%.
Dengan faktor negatif yakni akan kembali diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta pada hari Senin 14 September 2020 mendatang. Merespon membludaknya kasus corona di Jakarta.
Asal tahu, PSBB DKI Jakarta akan berlaku lagi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB DKI Jakarta). Kebijakan ini berlaku mulai 14 September 2020.
"Kondisi saat ini lebih darurat dari kondisi awal darurat corona pada Maret lalu," ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda dalam konferensi pers virtual, Rabu (9/9) malam.
Informasi saja, PSBB DKI Jakarta pertama berlaku mulai 10 April dan berakhir 4 Juni. Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 33/2020, pembatasan aktivitas luar rumah dalam pelaksanaan PSBB DKI Jakarta meliputi:
-Pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya
-Aktivitas bekerja di tempat kerja
-Kegiatan keagamaan di rumah ibadah
-Kegiatan di tempat atau fasilitas umum
-Kegiatan sosial dan budaya
-Pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.