MATATELINGA, Jakarta: Awal perdagangan Jumat (11/9/2020) pukul 08.21 WIB, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 1.947.41 per ons troi pada 0058 GMT, setelah mencapai level terbaiknya sejak 2 September di US$ 1.965,94 pada hari Kamis.
Harga emas telah naik 0,8% sejauh ini minggu ini. Sementara, harga emas berjangka AS turun 0,5% menjadi US$ 1.955.30.
Meskipun keraguan atas pemulihan ekonomi global yang cepat membuat emas tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan.
Harga emas jatuh pada hari Jumat (11/9), setelah kenaikan tajam di sesi sebelumnya.
Indeks dolar bertahan kuat terhadap para pesaingnya, pulih dari penurunan terhadap euro di sesi sebelumnya.
Greenback yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Pasar Asia diperkirakan turun pada hari Jumat sebagai tanggapan atas penurunan saham teknologi
Yang dimulai minggu lalu dan meningkatnya kekhawatiran tentang putaran lain negosiasi tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Bank Sentral Eropa membiarkan kebijakan tidak berubah pada hari Kamis.
Senat AS pada hari Kamis membatalkan RUU Partai Republik yang akan menyediakan sekitar $ 300 miliar dalam bantuan virus korona baru,
Karena Demokrat yang mencari lebih banyak dana mencegahnya untuk maju.
Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran berada di level tinggi minggu lalu.
Menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja dari pandemi corona terhenti.
Investor sekarang menunggu data PDB Inggris dan angka inflasi AS yang akan dirilis di kemudian hari
Untuk kejelasan lebih lanjut tentang kemajuan pemulihan global dari kemerosotan ekonomi yang disebabkan oleh virus korona.
Harga perak turun 0,3% menjadi US$ 26,84 per ons troi, platinum turun 0,1% menjadi US$ 925,59 dan paladium kehilangan 0,4% menjadi US$ 2.283,72.[kontan]