MATATELINGA, Jakarta: Akhir perdagangan Jumat (2/10/2020) pada pukul 15.05 WIB, harga emas spot berbalik menguat di pasar spot berada di level US$ 1.910,77 per ons troi.
Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2020 menguat 0,05% ke level US$ 1.917,30 per ons troi.
Pelemahan harga emas terjadi karena indeks dolar AS yang naik 0,1% terhadap para pesaingnya. Ini membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Selain itu, jumlah orang di AS yang mengajukan klaim baru untuk manfaat pengangguran turun pada pekan lalu.
Namun, investor masih menganggap jumlahnya tetap berada di tingkat resesi. Sementara pendapatan pribadi turun pada bulan Agustus.
Menggarisbawahi kebutuhan akan paket penyelamatan pemerintah lainnya untuk bisnis dan penganggur perlu digenjot.
Nasib stimulus baru pun masih belum jelas. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat AS sudah menyetujui anggaran US$ 2,2 triliun yang diajukan Partai Demokrat untuk bantuan baru dari pandemi virus corona.
Tetapi, jalan panjang mesti dilalui karena Gedung Putih kemungkinan besar akan mengajukan keberatan dan Partai Republik juga diprediksi akan menjatuhkannya di Senat.
Dari sisi pasar saham pun, bursa Asia sedikit berubah pada hari ini. Pasar masih menanti hasil kesepakatan stimulus AS
Dan data ketenagakerjaan yang baru untuk membaca tentang dampak ekonomi dari pandemi.[kontan]