MATATELINGA, Jakarta: Di saat yang sama, vaksin Pfizer sudah mendapat restu edar dari lembaga kesehatan juga harusnya menyokong penguatan rupiah. Namun, penguatan rupiah masih tertahan karena pelaku pasar khawatir jumlah pasien Covid-19 yang terus naik di Indonesia."Peningkatan kasus harian Covid-19 di Indonesia terus meningkat, berbeda dengan negara lain yang mulai berkurang dan stabil," kata Fikri, Kamis (3/12/2020).Sementara, analis HFX Berjangka Ady Pangestu mengamati, transaksi rupiah sepekan ini cenderung terbatas atau hanya berkisar 200 poin. Pelemahan rupiah pada Kamis (3/12/2020), kata Ady, tidak signifikan karena aliran dana masih mengalir masuk ke pasar saham dan obligasi.Untuk Jumat (4/12/2020), Ady memproyeksikan rentang rupiah berada di Rp 14.100 per dollar AS-Rp 14.200 per dollar AS. Sementara, Fikri memperkirakan, rentang rupiah akan berada di Rp 14.075 per dollar AS-Rp 14.275 per dollar AS.Pelaku pasar khawatir dengan jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat rupiah melemah atas dollar AS. Kamis (3/12), peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 mencetak rekor dengan bertambah 8.369 orang.Di pasar spot, kurs rupiah melemah 0,11% ke Rp 14.140 per dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (3/12).