MATATELINGA, Jakarta: Sejumlah sentimen masih akan menyeret rupiah, mulai dari lonjakan kasus positif Covid-19 dan aksi profit taking investor jelang libur akhir tahun. Nilai tukar rupiah diprediksi kembali melemah pada perdagangan hari ini (16/12/2020).Analis HFX International Berjangka Ady Phangestu menjelaskan, di pekan ini rupiah bergerak moderat dan tetap bertahan di level psikologis Rp 14.000 per dolar AS.Padahal, dolar Amerika Serikat (AS0 sedang dalam tren melemah yang secara teknis bisa membawa rupiah bergerak ke bawah level psikologis. "Namun itu tertahan oleh tingkat pengangguran yang meningkat dan jumlah kasus Covid-19 yang terus menanjak," jelasnya pada Kontan.co.id, Selasa (15/12/2020).Selain itu, pemberlakuan pengetatan atau lockdown yang diberlakukan kembali di kawasan Amerika Utara, dan sebagian Eropa ikut berpengaruh pada pergerakan mata uang emerging market.Ditambah, tingginya kasus positif Covid-19 di Indonesia, yang belum juga memperlihatkan tanda-tanda penurunan juga membuat gerak rupiah terbatas.Ady menilai, katalis dari virus corona masih menjadi momok bagi rupiah hingga tahun depan. Meskipun harapan vaksin sempat meredam sentimen pasar, namun kepastian waktu pendistribusian yang belum jelas jadi perhatian pasar ke depan."Rupiah cenderung melemah dalam mengantisipasi musim libur, di mana sebagian investor dan spekulan kemungkinan akan melakukan taking profit," sebutnya.Untuk itu, Ady memprediksi rupiah akan bergerak pada rentang harga Rp 14.012 per dolar AS hingga Rp 14.227 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Jika level Rp 14.227 berhasil ditembus, maka ada kemungkinan terjadi pelemahan lanjutan ke Rp 14.300 per dolar AS.Asal tahu saja, Selasa (15/12) rupiah di pasar spot melemah 0,18% ke level Rp 14.120 per dolar AS. Sedangkan pada kurs tengah Bank Indonesia, mata uang Garuda melemah tipis 0,09% ke Rp 14.171 per dolar AS.