Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Rupiah Bakal Melemah Hari Ini

Rupiah Bakal Melemah Hari Ini

- Rabu, 23 Desember 2020 07:15 WIB
mtc|net

MATATELINGA, Jakarta:Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,53% ke Rp 14.205 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah di kurs tengah Bank Indonesia juga melemah 0,27% ke Rp 14.218 per dolar AS.

Aset berisiko seperti rupiah dijauhi pelaku pasar karena khawatir pada penemuan strain baru virus corona yang dapat menular lebih cepat di Inggris. Kondisi ketidakpastian pemulihan ekonomi kembali muncul rupiah diproyeksikan melemah pada perdagangan, Rabu (23/12).

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan rupiah berbalik melemah karena pelaku pasar kembali khawatir atas ditemukannya strain virus corona di Inggris.

Kekhawatiran pelaku pasar tergambar dari Inggris yang kembali menerapkan lockdown dan membatasi perjalanan masuk dan keluar dari negara tersebut.

Kekhawatiran ini merembet pada redupnya optimisme pemulihan ekonomi global setelah vaksin Covid-19 ditemukan. "Aset berisiko cenderung melemah termasuk rupiah sementara dana banyak dialihkan ke safe haven seperti dolar AS," kata Alwi, Selasa (22/12).

Selain itu, Alwi mengatakan strain baru virus corona juga mengurangi optimisme pelaku pasar pada stimulus AS. Secara teori stimulus AS seharusnya bisa melemahkan dolar AS.

Namun, Alwi mengamati sentimen stimulus AS sudah diantisipasi pasar (priced in). Selain itu, stimulus AS senilai US$ 900 miliar juga berada di bawah ekspektasi pelaku pasar. Sebelumnya, pemerintah AS sempat merencanakan nilai stimulus sebesar US$ 2,2 triliun yang kemudian juga sempat direncanakan turun di US$ 600 miliar.

Di satu sisi, indeks dolar menyentuh level terendahnya sejak 2,5 tahun lalu dan memicu aksi bargain hunting. Alhasil rupiah tidak berdaya.

Secara teknikal Alwi memproyeksikan rupiah berpotensi lanjut melemah pada perdagangan besok. "Ketidakpastian mutasi virus masih memberatkan rupiah, apalagi dari dalam negeri reshuffle kabinet juga menimbulkan ketidakpastian," kata Alwi. Jelang libur panjang pelaku pasar juga cenderung tidak mau masuk ke pasar apalagi tengah kondisi ketidakpastian seperti saat ini.

Sementara, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan BI akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Josua memproyeksikan rupiah besok di Rp 14.150 per dolar AS hingga Rp 14.250 per dolar AS.

Alwi memproyeksikan rupiah melemah ke rentang Rp 14.170 per dolar AS-Rp 14.300 per dolar AS pada Rabu (23/12).

Editor
:
Sumber
: kontan

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Ekonomi

Siapa Biang Kerok Rupiah, Hingga Terpuruk ke level Rp17.500...:

Ekonomi

Tekanan Global dan Pelemahan Rupiah Membebani Pasar Finansial Domestik

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Ekonomi

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Ekonomi

Waduh, Pasutri di Laporkan Dugaan Gelapkan Dana Miliaran Rupiah