Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
"Pergerakan Rupiah Hari Ini dipengaruhi oleh Pasar, Hingga Melemah

"Pergerakan Rupiah Hari Ini dipengaruhi oleh Pasar, Hingga Melemah

Redaksi - Rabu, 27 Januari 2021 06:47 WIB
Hand Over
MATATELINGA, Jakarta: Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.053 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.053 per dolar AS hingga Rp14.081 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.086 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.082 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore melemah seiring pasar yang tengah memantau perkembangan rencana AS memberikan stimulus tambahan.

Rupiah ditutup melemah 42 poin atau 0,3 persen ke posisi Rp14.065 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.023 per dolar AS.

"Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh pasar yang hari ini memantau Presiden AS Joe Biden yang ingin menggolkan stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS meski menghadapi resistensi dari anggota Kongres," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin.

Jika disahkan, stimulus tersebut akan memberikan dana tunai ke warga AS dan bantuan ke pemerintah lokal. Investor mulai mengalihkan pandangan ke Senat AS yang sedang berusaha menyelesaikan aturan untuk stimulus ini.

Pejabat dari Partai Demokrat mencoba tak mengindahkan ketakutan politikus Partai Republik yang mengatakan bahwa stimulus senilai1,9 triliun itu nilainya terlalu besar.

Selain itu, pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) diperkirakan akan berujung pada keputusan untuk mempertahankan suku bunga dalam kisaran nol persen hingga 0,25 persen. Laju pembelian obligasi bulanan diharapkan akan dipertahankan pada kecepatan bulanan sebesar 120 miliar dolar AS.

Dengan The Fed secara luas diharapkan untuk mempertahankan kebijakan moneter, perhatian investor akan fokus pada nada dari bank sentral mengenai prospek ekonominya.

Sementara itu, AS akan merilis banyak data ekonomi sepanjang minggu, termasuk PDB kuartal keempat. Data tersebut diperkirakan akan menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi negara telah melemah karena terus memerangi lonjakan kasus COVID-19. The Fed, pada gilirannya, diharapkan untuk mempertahankan kebijakan yang mudah saat ini ketika menjatuhkan keputusan kebijakannya pada Rabu (27/1/2021).

Dari domestik, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta memutuskan untuk memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2021 yang diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan per 22 Januari 2021

"Dengan diperpanjangnya PPKM dan PSBB tentunya dapat mengurangi konsumsi masyarakat sehingga akan menghambat laju pemulihan ekonomi Indonesia yang berdampak negatif ke pasar, dan ini bisa terlihat dari arus modal asing yang keluar pasar dalam negeri begitu besar, sehingga wajar kalau mata uang rupiah dalam penutupan sore ini ditutup melemah," ujar Ibrahim, dikutip laman Antara.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Bantah Pemberitaan Samsat Simalungun, Kasi Humas: "Wartawan" Tidak Pernah Konfirmasi ke Kantor Satlantas

Ekonomi

Perkuat Pembinaan Karakter ASN Pemkot Sibolga Melalui Program Ibadah Harian

Ekonomi

Strategi Pertahanan Nirmiliter : TNI AD Perkuat Ketahanan Mental Remaja Desa Penaah Melawan Ancaman Narkoba dan Berita HOAX

Ekonomi

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Di Balik Berita: Wartawan Tak Mengejar Harta, Melainkan Makna