Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Delapan Tersangka Kasus Asabri, Bagaimana Pergerakan Saham - Saham..?

Delapan Tersangka Kasus Asabri, Bagaimana Pergerakan Saham - Saham..?

Redaksi - Kamis, 04 Februari 2021 08:02 WIB
Hand Over
MATATELINGA, Jakarta: Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menetapkan 8 tersangka dalam kasus korupsi Asabri, Senin (1/2/2021). Ada perkembangan baru kasus PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Tersangka kasus Asabri langsung ditahan pada Senin 1 Februari 2021 malam, diantaranya berinisial delapan tersangka tersebut adalah ARD, SW, HS, BE, IWS, LP, BT, dan HH.

Pengamat pasar modal sekaligus Direkrur Avere Investama Teguh Hidayat mengungkapkan, kejelasan kasus ini dapat menekan saham-saham yang ada dalam portofolio Asabri. "Dalam jangka panjang kalau misal masalah Asabri ini berlanjut, semestinya saham-saham akan turun lagi. Sebab, orang akan tahu saham-saham tersebut gorengan," sebutnya pada media, Rabu (3/2/2021).

Berdasar penelusuran, ada 17 saham dalam portofolio Asabri yakni INAF, MYRX, BBYB, NIKL, PPRO, IIKP, BTEK, FIRE, RIMO, PCAR, KAEF, HRTA, SMRU, POLA, SDMU, POOL, dan ICON. Beberapa saham terjebak dalam level terendah Rp 50 atau saham gocap, yakni MYRX, IIKP, BTEK, RIMO, SMRU, SDMU, dan POOL.

Sementara sepuluh saham lainnya masih mencatatkan pergerakan. Hingga penutupan perdagangan kemarin, enam dari sepuluh saham itu masih mengalami penguatan, seperti INAF (5,98%), BBYB (1,22%), PPRO (1,35%), KAEF (8,36%), HRTA (2,78%), dan ICON ( 4,76%).

Berdasar pengamatan Teguh, saham-saham dalam portofolio Asabri yang menguat kemarin bukan karena digoreng, melainkan mekanisme pasar yang wajar. Akan tetapi, kenaikannya dipicu oleh kondisi pasar atau IHSG yang sedang bullish saja.

Oleh karena itu, terhadap saham-saham tersebut, Teguh cenderung menghindarinya. Ke depan, Teguh melihat ada peluang saham-saham itu tertekan seiring dengan kejelasan kasus Asabri.

Tidak jauh berbeda, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengungkapkan, perkembangan kasus Asabri seharusnya menjadi sentimen pemberat bagi saham-saham yang tercatat dalam portofolionya. Sebab, kasus ini membentuk citra Asabri sebagai bandar, sementara saham-saham portofolionya sebagai saham gorengan.

Terkait beberapa saham dalam portofolio Asabri yang masih menguat, Reza mengaku hal tersebut tidak inline atau beriringan dengan perkembangan kasus. Menurut dia ada sentimen lain yang mengerek saham-saham itu, misal INAF dan KAEF yang saat ini dipandang cukup murah dibanding ketika menyentuh harga Rp 7.000-an. Ini mendorong pelaku pasar untuk kembali mengoleksinya. Di sisi lain, ada sentimen soal vaksinasi yang masih berlangsung.

[br]

Sementara terhadap sahan-saham yang mentok di harga Rp 50, Reza menyarankan untuk wait and see sambil menunggu sentimen-sentimen yang bisa menggerakkan. Misalnya saja, kabar mengenai investor yang berpotensi masuk ke saham tersebut ataupun berita lainnya. Setelahnya, baru akan lebih terlihat prospek saham-saham gocap itu ke depan.

Untuk saham-saham di luar gocap, Reza mengingatkan investor untuk memperhatikan fundamentalnya dan isu yang beredar di pasar. Reza tidak memungkiri, tanpa fundamental yang baik, pelaku pasar sebenarnya bisa memanfaatkan kenaikan harga karena sentimen berita positif

"Cuma risikonya saham-saham yang responsif atau rentan pemberitaan itu biasanya sifatnya short term. Jatuhnya lebih ke trading," ungkapnya, Rabu (3/2/2021). Jika tertarik trading, Reza menekankan agar investor memiliki rencana trading yang pasti, seperti target harga untuk masuk maupun keluar. Ia juga mengingatkan, jangan melakukan trading karena ikut-ikutan, dilansir Kontan.co.id.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri Siregar Jadi Kajati Bengkulu

Ekonomi

Jaksa Agung Lantik Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pejabat Eselon II di Kejaksaan Agung

Ekonomi

Muhibuddin Jabat Kajati Sumut Gantikan Harli Siregar

Ekonomi

Jaksa Agung Apresiasi Upaya Kejati Sumatera Utara Dalam Penyelamatan Kerugian Keuangan Negara

Ekonomi

Jaksa Agung Tunjuk 2 Kajari Baru di Sumut, Yaitu Kajari Deli Serdang dan Kajari Palas

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga