MATATELINGA, Jakarta: Pada Senin (15/2/2021), rupiah di pasar spot ditutup menguat di level Rp 13.910 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,45%. Rupiah mengawali perdagangan pekan ini dengan penguatan.Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga berhasil mencatatkan penguatan. Mata uang Garuda ini berhasil ditutup terapresiasi 0,46% ke Rp 13.946 per dolar AS.Analis Monex Investindo Futures Faisyal memperkirakan, tren positif rupiah akan berpeluang kembali berlanjut pada perdagangan Selasa besok(16/2/2021). Menurut dia, saat ini rupiah memang tengah diselimuti oleh berbagai sentimen positif.“Secara umum, dolar AS sedang melemah seiring pasar yang kini justru terlihat pesimistis terhadap pemulihan ekonomi AS pasca pandemi Covid-19. Di satu sisi, dari dalam negeri, rupiah juga baru mendapat katalis positif seiring data ekonomi yang positif,” kata Faisyal ketika dihubungi media, pada Senin (15/2/2021).Data ekonomi yang dimaksud Faisyal adalah neraca perdagangan pada bulan Januari 2021 yang surplus sebesar US$ 1,96 miliar. Apalagi, dia melihat akan ada tren positif masuknya investor asing baik ke pasar saham maupun pasar obligasi.Setelah menembus level Rp 14.000 per dolar AS, Faisyal menyebut rupiah memang masih berpotensi untuk terus menguat. Dia berkaca dari pernyataan BI yang pernah menyebut, sekalipun rupiah menembus di bawah Rp 14.000 per dolar AS, sejatinya rupiah masih undervalued.“Jadi level saat ini masih wajar, secara jangka pendek masih berpotensi terus menguat. Namun, jika penguatan sudah terlalu tajam, BI pasti akan melakukan intervensi, karena rupiah yang terlalu kuat juga tidak bagus,” tambah Faisyal.Hitungan Faisyal, rupiah pada perdagangan Selasa akan berada pada kisaran Rp 13.870 - Rp 13.970 per dolar AS, seperrti dilansir Kontan.